JAMBI — Roda birokrasi Pemprov Jambi kembali berputar. Gubernur Jambi, Al Haris, dijadwalkan melantik lima Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hasil seleksi terbuka pada hari ini. Pelantikan ini menandai babak baru bagi sejumlah dinas strategis dan rumah sakit daerah di provinsi tersebut.
Lima Pejabat yang Akan Dilantik: Dari Dinas Pendidikan hingga Dirut RSUD
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari surat undangan resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, kelima jabatan yang akan diisi adalah:
- Kepala Dinas Pendidikan
- Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim)
- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2)
- Direktur Utama RSUD Raden Mattaher
- Kepala Biro Administrasi Pimpinan
Undangan Bersifat Segera, Seluruh Pejabat Teras Diminta Hadir
Surat undangan bernomor S-3381/BKD-3.3/VII/2026 yang ditandatangani Kepala BKD Provinsi Jambi, H. Sulaiman, S.Ag., itu memiliki klasifikasi sifat "Segera". Dalam surat tersebut, BKD secara resmi mengundang jajaran Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekretaris Daerah (Sekda), serta seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk menyaksikan langsung prosesi pelantikan. Seluruh tamu undangan diinstruksikan mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH).
Prosesi pengukuhan ini merupakan kelanjutan dari agenda lelang jabatan yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Pelantikan serentak ini diharapkan dapat mengisi kekosongan posisi strategis yang sempat lowong dan mempercepat roda pemerintahan di lingkungan Pemprov Jambi.
Apa Target Gubernur Al Haris di Balik Perombakan Ini?
Pelantikan lima kepala OPD ini menjadi sinyal bahwa Gubernur Al Haris tengah melakukan konsolidasi internal untuk mengoptimalkan kinerja birokrasi. Dinas Pendidikan dan RSUD Raden Mattaher, misalnya, merupakan dua instansi yang pelayanannya bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat Jambi. Dengan pejabat baru, diharapkan ada percepatan program prioritas daerah di sisa masa jabatan.
Hingga berita ini diturunkan, prosesi pelantikan masih berlangsung tertutup untuk publik di Auditorium Rumah Dinas Gubernur. Belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Al Haris mengenai target kinerja spesifik yang dibebankan kepada para pejabat yang baru dilantik.