KUALATUNGGAL — Hj. Fadhilah Sadat tidak sekadar memantau dari balik meja. Di SPS Husnul Khatimah, ia membaur langsung dengan anak-anak Suku Duano yang tengah menjalani hari-hari pertama sekolah. Lewat ajakan bernyanyi, bermain, dan obrolan santai, ia mencairkan suasana agar anak-anak pesisir itu merasa nyaman dan cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Program JAMBUL yang diinisiasi Bunda PAUD Tanjab Barat ini menjadi terobosan untuk meruntuhkan tembok pembatas akses pendidikan. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari kelompok rentan, termasuk Suku Duano dan mereka yang tinggal di pelosok kecamatan. Inovasi ini tidak hanya mengejar angka partisipasi sekolah di tingkat PAUD, tetapi juga menjamin setiap anak mendapat layanan pendidikan bermutu sebagai modal dasar ke jenjang berikutnya.
Mengapa Anak Suku Duano Jadi Prioritas?
Komunitas Suku Duano yang bermukim di kawasan pesisir Kampung Nelayan kerap menghadapi kendala geografis dan sosial dalam mengakses pendidikan formal. Tanpa intervensi khusus, anak-anak dari kelompok ini berisiko tertinggal sejak usia dini. Program JAMBUL hadir sebagai jembatan, memastikan mereka tidak terputus dari sistem pendidikan.
Dalam peninjauan tersebut, Hj. Fadhilah Sadat memantau setiap tahapan MPLS. Ia memastikan anak-anak yang sebelumnya menjadi sasaran Program JAMBUL telah resmi terdaftar dan mulai mengikuti proses belajar. Transisi dari rumah ke lingkungan sekolah menjadi perhatian utama agar anak-anak tidak mengalami tekanan psikologis di hari-hari pertama.
Wajib Belajar 13 Tahun: PAUD sebagai Fondasi
Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang digaungkan pemerintah pusat menempatkan PAUD sebagai jenjang awal yang krusial. Tanjab Barat menjadi salah satu daerah yang bergerak cepat mengimplementasikannya di lapangan, terutama untuk komunitas marjinal. Kehadiran Bunda PAUD di SPS Husnul Khatimah menjadi bukti bahwa pemda tidak hanya membuat kebijakan di atas kertas.
Melalui pengawalan yang konsisten terhadap anak-anak Suku Duano, diharapkan mereka bisa mendapatkan pengajaran PAUD yang berkualitas. Target jangka panjangnya adalah mencetak generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan. Program JAMBUL sendiri dinilai sebagai model pendekatan yang bisa direplikasi di daerah lain dengan kantong-kantong kemiskinan ekstrem.
Pemkab Tanjab Barat, melalui dinas terkait, berkomitmen memperluas jangkauan program ini ke seluruh pelosok kecamatan. Langkah Bunda PAUD yang turun langsung ke kampung nelayan menjadi sinyal bahwa akses pendidikan bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.