MAKASSAR — Rangkaian acara yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Juli 2026 itu tidak hanya diisi pameran produk unggulan dari seluruh Indonesia. Talk show, workshop, hingga diskusi pengembangan UMKM di era ekonomi digital turut mewarnai kegiatan tersebut.
Tema Besar: Kriya Berkelanjutan untuk Pasar Global
Mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", ajang ini diharapkan menjadi titik tolak bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar. Inovasi produk dan peluang kerja sama lintas daerah menjadi fokus utama yang ditawarkan dalam perhelatan ini.
Tema tersebut mengandung pesan agar perajin tanah air tidak hanya berhenti di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah global. Antusiasme terlihat dari kehadiran lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah yang memadati lokasi acara.
Pembukaan oleh Selvi Gibran: Kualitas Pembinaan Jadi Kunci
Puncak acara yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar pada Jumat pekan lalu dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka. Pembukaan ditandai dengan pemukulan Gendang Pajjajari dan pemotongan tumpeng.
Dalam sambutannya, Selvi Gibran Rakabuming menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan bagi para perajin dan pelaku UMKM. Menurutnya, selama 46 tahun Dekranas telah menjadi wadah bagi perajin Indonesia untuk berkembang sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
"Yang dibutuhkan bukan hanya kuantitas pembinaan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi perajin dan memberikan solusi nyata," ujar Selvi dalam sambutannya.
Semarak Budaya dan Kuliner dari 24 Kabupaten/Kota
Kemeriahan acara juga diisi dengan pertunjukan budaya dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, festival kuliner, hingga malam budaya. Acara tersebut turut menghadirkan motivasi spiritual dari Ustadz Das’ad Latif yang disaksikan para Ketua Dekranasda se-Indonesia, pelaku industri kreatif, mitra usaha, dan pecinta kerajinan tangan.
Bagi Nadiyah Maulana dan Marsha Lystia, partisipasi di ajang ini menjadi kesempatan strategis untuk mempromosikan potensi kerajinan lokal Kota Jambi. Mereka diharapkan dapat membawa pulang wawasan baru untuk diterapkan dalam pembinaan perajin di daerah.