JAMBI — Pencapaian 30 juta unit produksi GAC Group diumumkan langsung oleh manajemen perusahaan pada pertengahan 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi produksi sejak pabrikan asal Guangzhou itu memulai operasinya hampir tiga dekade lalu. Dalam siaran resmi yang diterima redaksi, GAC menyebutkan bahwa tonggak ini menjadi bukti kepercayaan pasar terhadap kualitas dan inovasi produk mereka.
Ekspansi Global ke 102 Negara dengan 5 Pabrik di Luar China
Di balik angka produksi tersebut, GAC telah membangun jaringan distribusi yang masif. Melalui anak usahanya, GAC International, perusahaan kini hadir di 102 negara dan wilayah. Infrastruktur pendukungnya mencakup lebih dari 680 jaringan penjualan dan layanan, lima fasilitas produksi di luar China, serta sembilan pusat distribusi suku cadang regional.
Ekspansi ini berjalan beriringan dengan fokus perusahaan pada kendaraan elektrifikasi. GAC terus menggelontorkan investasi di bidang teknologi baterai, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem manufaktur pintar. Tujuannya jelas: menghadirkan kendaraan yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan ke pasar global.
Indonesia: Perakitan Lokal dan Janji Layanan Purna Jual
Indonesia mendapat perhatian khusus dalam peta jalan global GAC. Seluruh model yang dipasarkan di Tanah Air mengadopsi standar manufaktur global yang sama dengan pabrik di China. Kini, komitmen itu diperkuat dengan langkah perakitan lokal, perluasan jaringan dealer, serta peningkatan layanan purna jual.
“Milestone ini menjadi bukti bahwa setiap kendaraan GAC yang kami hadirkan dibangun dengan standar manufaktur global yang telah teruji. Melalui perakitan lokal dan pengembangan jaringan layanan di Indonesia, kami ingin terus menghadirkan kualitas produk, inovasi teknologi, serta pengalaman kepemilikan terbaik bagi konsumen,” ujar CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, dalam pernyataan resminya.
30 Juta Unit Bukan Sekadar Angka, tapi Fondasi Elektrifikasi
Bagi GAC, produksi 30 juta unit bukanlah sekadar rekor kuantitas. Perusahaan memandangnya sebagai fondasi untuk memperkuat inovasi dan memperluas pasar global. Terlebih, Indonesia dinilai memiliki peran strategis di Asia Tenggara dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Ke depan, GAC memastikan akan terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, seiring dengan percepatan era elektrifikasi. Langkah ini mencakup pengembangan solusi mobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan, baik melalui produk konvensional maupun kendaraan energi baru.