TANJUNG JABUNG BARAT — Memasuki puncak musim kemarau, PetroChina International Jabung Ltd. memperkuat respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasinya. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pengelola Wilayah Kerja Jabung, perusahaan mengerahkan personel gabungan dari berbagai departemen untuk memastikan api tidak meluas hingga ke fasilitas produksi.
Dalam dua bulan terakhir, perusahaan tercatat telah menangani karhutla sebanyak 10 kali di sejumlah desa di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Keterlibatan ini dilakukan bersama unsur terkait di lapangan, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni.
Salah satu operasi terbaru berlangsung pada 21 Agustus 2026 di sekitar jalur pipa dan fasilitas NEB Station, Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat. Lokasi ini menjadi prioritas karena berdekatan langsung dengan infrastruktur vital perusahaan.
PetroChina mengerahkan truk pemadam, Vacuum Truck, serta pompa pemadam portabel untuk mendukung proses pendinginan lahan gambut. Tim penanganan karhutla yang diterjunkan terdiri dari karyawan berbagai departemen, termasuk Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan (HSE), Keamanan, serta Konstruksi.
Penanganan di lapangan tidak dilakukan sendiri. PetroChina berkoordinasi dengan instansi pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tergabung dalam Satgas Karhutla di kedua kabupaten.
Selain pemadaman langsung, perusahaan menggencarkan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pelatihan bagi pekerja, mitra kerja, dan instansi terkait. Melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), PetroChina juga membantu pemerintah membentuk unit Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tingkat desa.
Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini, sekaligus memastikan potensi kebakaran di sekitar wilayah operasi dapat ditangani secara cepat dan tepat sebelum meluas.
PetroChina International Jabung Ltd. menegaskan komitmennya untuk terus proaktif memperkuat kolaborasi dengan semua pihak. Upaya ini bagian dari tanggung jawab menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan di Wilayah Kerja Jabung, khususnya saat intensitas karhutla meningkat.