Rupiah Menguat 53 Poin ke Rp17.974 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS dan Isyarat Gencatan Selat Hormuz Jadi Pemicu

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:23:31 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 53 poin ke level Rp17.974 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (5/8).

JAMBI — Sentimen eksternal hari ini justru menjadi angin segar bagi pasar domestik. Data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS yang dirilis semalam menunjukkan angka di bawah perkiraan analis, membuat indeks dolar tertekan. Di saat yang sama, muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai kombinasi kedua faktor tersebut menjadi katalis utama penguatan rupiah pagi ini. Meski demikian, ia mengingatkan laju apresiasi kemungkinan besar akan tertahan.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan, serta optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan. Meski, penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal II siang ini," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/8). Pergerakan Mata Uang Asia dan Negara Maju

Penguatan rupiah tidak berjalan sendirian. Sebagian besar mata uang di kawasan Asia tercatat terapresiasi terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini.

Berikut pergerakan kurs di kawasan Asia: - Peso Filipina menguat paling tinggi sebesar 0,36 persen. - Won Korea Selatan naik 0,32 persen. - Ringgit Malaysia terapresiasi 0,13 persen. - Yen Jepang menguat 0,06 persen. - Yuan China naik tipis 0,01 persen.

Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, terkoreksi tipis 0,01 persen. Kondisi berbeda terjadi di negara maju. Mayoritas mata uang utama justru melemah terhadap dolar AS, dengan dolar Kanada turun 0,08 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan euro Eropa terkoreksi 0,03 persen. Rentang Perdagangan dan Sikap Pelaku Pasar

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Ia menilai pelaku pasar akan cenderung wait and see menjelang pengumuman data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II yang dijadwalkan rilis siang ini.

Data pertumbuhan ekonomi tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah selanjutnya. Jika hasilnya di atas konsensus, bukan tidak mungkin rupiah akan melanjutkan penguatannya. Sebaliknya, hasil yang mengecewakan berpotensi mengembalikan tekanan pada mata uang Garuda.

Hingga pukul 09.00 WIB, sentimen pasar masih didominasi aksi ambil untung atas dolar AS. Investor global tampak mengurangi posisi safe haven mereka seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah dan peluang pemangkasan suku bunga The Fed yang kembali mengemuka setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lemah.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top