Progres Tol Trans Sumatera di Jambi Tembus 58,34 Persen, Ruas Jambi-Rengat Masuki Tahap Final AMDAL

Penulis: Faisal Zuber  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 12:11:01 WIB
Progres konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera di Jambi telah mencapai 58,34 persen.

JAMBI — Dua koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melintasi Provinsi Jambi terus dikebut. Di sisi selatan, ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,7 kilometer mencatatkan progres konstruksi fisik 58,34 persen dengan pengadaan lahan mencapai 69,18 persen. Pemerintah menargetkan seksi 1 pada ruas ini dapat beroperasi fungsional pada akhir 2026.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa tersambungnya jalur tol ini menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas regional.

“Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi pada jalan nasional, sehingga masyarakat dapat memperoleh waktu perjalanan yang lebih efisien. Selain itu, jalan tol ini juga akan memperlancar arus logistik dan distribusi barang,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Hutama Karya.

Ruas Palembang–Betung: Target Operasional Akhir 2026

Ruas penyambung dari arah Palembang, yakni Palembang–Betung sepanjang 69,2 kilometer, mencatatkan progres konstruksi fisik 82,24 persen. Pembebasan lahannya sudah menyentuh 87,45 persen. Hutama Karya menargetkan sisa pembebasan lahan pada seksi ini rampung pada Juni 2026, sehingga konstruksi skala besar bisa dieksekusi per Juli 2026 demi mengejar target operasional akhir tahun yang sama.

Untuk memastikan proyek ini berjalan tanpa sumbatan regulasi, Kantor Staf Presiden (KSP) bersama jajaran Kementerian ATR/BPN turun langsung mengawal jalannya proyek di lapangan.

Jambi–Rengat: Finalisasi AMDAL dan Persiapan Lahan

Di koridor utara, pembangunan Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 kilometer yang akan menghubungkan Jambi ke Provinsi Riau kini memasuki tahap krusial. Proses finalisasi AMDAL dan pengurusan lahan tengah berjalan. Konstruksi fisik untuk seksi Simpang Ness–Merlung dijadwalkan mulai pada 2027.

Keberadaan tol ini tidak hanya memangkas waktu tempuh antarprovinsi. Jaringan tol JTTS di Jambi juga terintegrasi ke Pelabuhan Tanjung Carat. Integrasi ini dirancang untuk mempercepat arus ekspor komoditas unggulan daerah, seperti kopi dan karet khas Jambi, ke pasar internasional.

Dengan rampungnya seluruh ruas, Jambi diproyeksikan menjadi simpul logistik strategis di tengah Pulau Sumatera, menghubungkan jalur distribusi dari selatan ke utara secara bebas hambatan.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: jambi.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top