JAMBI — Kabar duka menyelimuti pemberangkatan jemaah haji asal Jambi. Asniyati Ahmad Bawari (52), yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 24 asal Kabupaten Sarolangun, mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci pada pukul 22.36 waktu Arab Saudi.
Berdasarkan surat kematian yang diterbitkan Indonesian Medical Mission, almarhumah meninggal karena syok kardiogenik—kondisi di mana jantung tiba-tiba gagal memompa darah ke seluruh tubuh. Pemicunya adalah aritmia atau gangguan irama jantung yang dipicu oleh Thyroid Storm, yakni peningkatan drastis hormon tiroid.
Selain gangguan tiroid akut, jemaah asal Sarolangun ini juga mengidap Diabetes Melitus (DM). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyebut kombinasi faktor medis itu mempercepat penurunan kondisi fisik almarhumah hingga akhirnya tidak tertolong.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah sebagai pahlawan haji," ujar Wahyudi di Jambi, Minggu (24/5/2026), dikutip dari Antara.
Saat ini, tim medis dari Indonesian Medical Mission tengah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di Makkah untuk mengurus jenazah. Sesuai regulasi yang berlaku, jemaah haji yang wafat di Arab Saudi umumnya dimakamkan di pemakaman setempat.
Kepergian Asniyati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di Kabupaten Sarolangun. Wahyudi mewakili Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi menyampaikan belasungkawa dan doa agar keluarga diberikan ketabahan.
"Bagi keluarga yang ditinggalkan di Sarolangun, semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan yang luas dalam menghadapi ujian ini," tutupnya.