JAMBI — Langkah cepat diambil Gubernur Jambi Al Haris untuk mengakhiri tarik-menarik batas wilayah antara Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi yang selama ini menjadi isu sensitif. Melalui rapat yang digelar di Orchardz Hotel Jayakarta, Senin (18/05/26), kedua pemerintah daerah sepakat untuk tidak memperpanjang polemik dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemerintah pusat.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Toponimi dan Batas Daerah Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Bupati Muaro Jambi, serta Sekretaris Daerah Batang Hari yang mewakili bupati. Kehadiran pejabat pusat menjadi jaminan bahwa proses ini akan berjalan sesuai aturan.
Al Haris menegaskan bahwa tidak ada lagi perdebatan berarti di antara kedua pihak. “Hari ini kami khusus membahas tentang tapal batas Batang Hari dan Muaro Jambi. Keduanya sudah ada kesepakatan dan sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada Kemendagri,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Keputusan ini dinilai sebagai bentuk kedewasaan politik antar-pemerintah daerah di Provinsi Jambi. Daripada terus terlibat dalam tarik-menarik yang bisa memicu dinamika politik lokal yang tidak sehat, kedua bupati memilih mengedepankan kepentingan pembangunan daerah masing-masing.
“Keduanya sepakat apapun nanti keputusan dari Kemendagri akan menerima dan tetap mengawal pembangunan daerah masing-masing,” lanjut Al Haris.
Beberapa poin penting yang menjadi kesepakatan dalam rapat tersebut antara lain:
Al Haris memastikan bahwa diskusi berjalan tanpa ketegangan berarti. “Saya kira ini tidak ada masalah. Kami juga akan mencoba menyebarkan informasi terkait apa yang nantinya menjadi keputusan dari Kemendagri,” tutupnya.
Keputusan Kemendagri nantinya akan menjadi acuan final yang mengikat kedua daerah. Dengan adanya kesepakatan ini, publik Jambi berharap tidak ada lagi gesekan horizontal yang kerap muncul akibat sengketa batas desa maupun kecamatan di wilayah perbatasan.