JAMBI — Berdasarkan data RTI yang terekam hingga pukul 09.12 WIB, IHSG sempat menyentuh level 6.652 sebelum akhirnya terkoreksi dan kembali naik tipis. Total transaksi yang tercatat baru mencapai Rp1,918 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 5,621 miliar lembar.
Sebanyak 246 saham berhasil menguat, sementara 278 saham lainnya tercatat melemah dan 202 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi di tengah minimnya sentimen positif baru.
Wall Street Melemah, Bursa Asia Justru Hijau
Indeks utama bursa Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat pekan lalu, 4 September 2026. Data tenaga kerja yang kuat meningkatkan probabilitas The Fed menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan moneter bulan ini.
Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen, S&P 500 melemah 0,38 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,29 persen. Tekanan dari eksternal ini menjadi faktor yang membatasi laju IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini.
Di sisi lain, bursa saham Asia justru menunjukkan performa sebaliknya. Indeks MSCI Emerging Asia naik 1,6 persen dan menuju kenaikan harian terbaik dalam sepekan terakhir. Nikkei 225 Jepang dan Topix kompak menguat, masing-masing sebesar 1,3 persen dan 0,03 persen.
Support dan Resist yang Dipantau Pelaku Pasar
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi deways cenderung menguat. Menurut dia, support IHSG berada di rentang 6.600-6.640, sementara resist diperkirakan di level 6.670-6.720.
Pernyataan tersebut keluar dalam riset harian BNI Sekuritas yang dirilis sebelum perdagangan dibuka. Pergerakan indeks pada sesi pertama akan menentukan apakah level resist tersebut mampu ditembus atau justru berbalik arah menuju support.
Dengan data tenaga kerja AS yang solid, pelaku pasar kini menunggu keputusan kebijakan moneter The Fed pada pertemuan bulan September ini. Sentimen tersebut diprediksi masih akan mewarnai pergerakan pasar ke depan, termasuk di bursa domestik.
Investasi mengandung risiko. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.