JAMBI — Jakarta — Masalah mesin V8 6.2 liter milik General Motors (GM) kembali memanas. Kali ini, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) melalui Office of Defects Investigation (ODI) resmi membuka investigasi baru atas kegagalan mesin yang terus berulang, bahkan setelah pemilik kendaraan menjalani prosedur perbaikan dari recall sebelumnya.
Investigasi ini menyasar mesin L87, V8 6.2 liter yang menjadi pokok recall 25V-274. Langkah lanjutan ini diambil setelah ODI menerima ratusan laporan yang menyebut mesin tetap mengalami kerusakan parah meski sudah mendapat perbaikan.
Angka Laporan Kegagalan Mesin yang Masih Terus Bertambah
Data terbaru dari ODI menunjukkan klaim perbaikan yang dilakukan GM belum berhasil. Hingga akhir Agustus, ODI mencatat telah menerima 499 laporan yang menyebut mesin kendaraan gagal berfungsi setelah menjalani prosedur recall. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kendaraan mendapat perbaikan berupa penggantian rekomendasi oli, sementara sebagian lainnya mendapat mesin pengganti yang utuh.
Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan catatan internal GM. Pabrikan asal Detroit itu sendiri melaporkan telah menerima 6.953 keluhan soal kegagalan mesin pasca-perbaikan. ODI juga menemukan 191 kasus kegagalan tambahan pada mesin yang diproduksi di luar periode produksi yang tercantum dalam recall awal.
Recall 25V-274: Mengganti Oli dan Memeriksa Mesin
Recall 25V-274 sebelumnya mencakup 597.630 unit truk dan SUV di Amerika Serikat. Prosedur perbaikannya melibatkan inspeksi menyeluruh pada mesin, terutama bagian poros engkol (crankshaft) dan batang piston (connecting rod) yang disebut memiliki cacat manufaktur.
Untuk unit yang lolos inspeksi, GM memberikan solusi berupa rekomendasi oli dengan kekentalan lebih tinggi, tutup pengisi oli baru, dan penggantian filter oli. Sementara itu, unit yang gagal inspeksi akan mendapat mesin pengganti. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa solusi ini tidak cukup ampuh.
Masalah Oli yang Berkepanjangan dan Gugatan Hukum
Masalah pada mesin L87 ini bukan hal baru. GM telah menghadapi gugatan class-action sejak tahun lalu. Gugatan tersebut menuding pabrikan secara sadar menjual kendaraan dengan mesin yang bermasalah. Sebelumnya, GM juga sudah dua kali mengubah rekomendasi kekentalan oli untuk mesin ini, yang menandakan kebingungan dalam mencari solusi permanen.
Investigasi ODI kini diperluas untuk mencakup mesin L87 yang diproduksi di luar rentang produksi yang disebutkan dalam recall awal. Ini menjadi sinyal bahwa masalah ini lebih sistemik daripada yang diakui pabrikan.
Yang Perlu Diperhatikan Pemilik Kendaraan GM
Bagi pemilik kendaraan GM dengan mesin L87 6.2 liter, ada beberapa poin penting yang perlu dicermati:
- Periksa status recall kendaraan Anda. Pastikan unit Anda termasuk dalam daftar recall 25V-274 dan sudah menjalani prosedur perbaikannya.
- Waspadai gejala awal kegagalan mesin. Suara ketukan (knocking) dari ruang mesin, getaran tidak normal, atau penurunan performa mendadak bisa menjadi indikasi awal masalah pada crankshaft atau connecting rod.
- Catat semua keluhan. Jika Anda mengalami masalah setelah perbaikan, simpan semua dokumentasi dan laporkan ke NHTSA serta dealer resmi. Laporan ini menjadi data penting bagi investigasi yang sedang berjalan.
- Pertimbangkan dampak jangka panjang. Investigasi ini bisa berujung pada recall tambahan atau solusi yang lebih menyeluruh, termasuk kemungkinan penggantian mesin secara massal.
Investigasi ini masih berjalan dan belum ada keputusan final. Namun, satu hal yang jelas: solusi sementara berupa penggantian oli tidak cukup untuk mengatasi cacat manufaktur pada komponen internal mesin. Pemilik kendaraan dengan mesin L87 disarankan untuk terus memantau perkembangan investigasi ini.