JAMBI — Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 yang akan digelar di Bandung dalam waktu dekat menjadi ujian pertama bagi Arema FC. Namun, sebelum menghadapi Persib Bandung, Tampines Rovers, dan DPMM FC di Grup A, Singo Edan sudah dihadapkan pada kendala regulasi yang cukup merepotkan.
Kuota 35 Orang untuk Semua, Termasuk Pelatih dan Dokter
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa panitia penyelenggara menetapkan batasan ketat. Setiap tim hanya boleh membawa 35 orang ke Bandung, dan kuota itu sudah mencakup jajaran pelatih, dokter, kitman, hingga seluruh ofisial.
“Kita tidak bisa membawa semua pemain ke Bandung. Regulasi menetapkan maksimal hanya 35 orang per tim. Celakanya, kuota 35 orang itu bukan cuma untuk pemain, tapi sudah termasuk jajaran pelatih dan seluruh ofisial tim,” ujar Yusrinal.
Saat ini Arema FC memiliki total 34 pemain yang dikontrak untuk Super League 2026/2027, terdiri dari 23 pemain lokal dan 11 pemain asing. Jika seluruh pemain dibawa, kuota langsung habis tanpa ada ruang untuk pelatih atau staf medis.
Marcos Santos Ambil Alih Seleksi, 13 Pemain Jadi Korban Regulasi
Konsekuensinya, tim pelatih yang dipimpin Marcos Santos harus melakukan seleksi ketat. Dari 34 pemain yang ada, hanya 21 atau 22 pemain yang bisa dibawa ke Bandung—sisanya, sekitar 13 pemain, terpaksa ditinggal di Malang dan hanya bisa menyaksikan pertandingan lewat layar kaca.
“Mau tidak mau harus seperti itu. Kita harus memilih yang terbaik. Keputusan penuh ada di tangan Coach Marcos untuk menyesuaikan kuota dari panpel,” pungkas Yusrinal.
Bagi Marcos, ini menjadi tantangan taktik sekaligus mental pertamanya musim ini. Memilih pemain terbaik dari 34 talenta yang ada bukan perkara mudah, apalagi di tengah ambisinya membangun tim yang lebih solid.
Antusiasme Marcos di Musim Kedua: Target Papan Atas Tak Bisa Ditawar
Marcos Santos baru kembali memimpin sesi latihan di Malang pada Sabtu (18/7/2026) setelah masa libur. Pelatih asal Brasil itu mengaku sangat antusias memasuki musim keduanya bersama Arema FC.
“Sangat menyenangkan bisa kembali ke Malang. Saya berharap semua orang bisa melihat Arema FC yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih berkomitmen musim ini. Kita adalah tim besar yang setiap tahunnya wajib melangkah lebih baik,” ujar Marcos.
Ia menegaskan target pribadinya tidak bergeser: Arema FC harus berada di papan atas. Turnamen Piala Presiden akan dimanfaatkan sebagai laboratorium untuk mempercepat adaptasi pemain baru dan menyatukan chemistry tim sebelum kompetisi resmi bergulir.