Pencarian

Terminal Kuala Tungkal Mulai Dihidupkan Lagi, Kodim 0419/Tanjab Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:10:22 WIB
Terminal Kuala Tungkal Mulai Dihidupkan Lagi, Kodim 0419/Tanjab Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
Ratusan warga memadati lapangan parkir Terminal Kuala Tungkal untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.

KUALA TUNGKAL — Terminal Kota Kuala Tungkal yang selama ini sepi mulai kembali bergerak. Sabtu malam, lapangan parkir terminal berubah menjadi tribun darurat. Ratusan warga duduk lesehan, membawa tikar dan camilan, menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.

Bukan Sekadar Nonton Bola, TNI Ingin Hidupkan Fungsi Terminal

Kegiatan ini dipimpin langsung Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi, S.I.P., M.Han. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa nobar bukan sekadar hiburan.

"Kami ingin menghadirkan hiburan sehat sekaligus menghidupkan kembali Terminal Kuala Tungkal agar menjadi ruang interaksi positif bagi warga," ujar Zulhiardi.

Sepak bola, menurutnya, menjadi medium yang paling efektif untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Di atas aspal terminal yang biasanya hanya dilewati angkutan umum, malam itu warga dari berbagai usia duduk berdampingan.

Dampak Ekonomi Langsung ke Pedagang Sekitar

Nobar ini juga membawa angin segar bagi pedagang kecil di sekitar terminal. Lapak-lapak yang biasa tutup lebih awal malam itu tetap buka. Penjual gorengan, es teh, dan makanan ringan kebanjiran pembeli.

Perputaran uang di area terminal meningkat signifikan selama acara berlangsung. Beberapa pedagang mengaku senang karena terminal yang biasanya sepi mendadak ramai seperti masa jayanya dulu.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Terminal Kuala Tungkal?

Kodim 0419/Tanjab berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut secara rutin. Bukan hanya saat momen sepak bola, tetapi juga acara-acara komunitas lain yang bisa memanfaatkan ruang terminal.

"Kami ingin mewujudkan suasana kota yang lebih hidup dan harmonis," tambah Zulhiardi.

Belum ada kepastian apakah terminal ini akan dikelola secara khusus sebagai ruang publik permanen. Namun, langkah Kodim setidaknya membuka diskusi baru di kalangan pemkab tentang potensi terminal yang selama ini terbengkalai.

Bagi warga Kuala Tungkal, malam itu menjadi bukti bahwa terminal bukan sekadar tempat naik-turun penumpang. Ia bisa menjadi ruang bersama tempat warga bertemu, bercengkerama, dan merayakan sesuatu bersama.

Bagikan
Sumber: liputanjambi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks