JAMBI — Pemerintah Kota Jambi tidak lagi memandang kolam retensi sekadar sebagai infrastruktur teknis pengendali banjir. Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menemui Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di Jakarta untuk mematangkan konsep pengembangan Danau Kajang Lako sebagai pusat industri kreatif dan ikon wisata baru.
Proyek yang tengah dibangun di aliran Sungai Asam, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, ini memiliki luas kawasan yang dinilai strategis untuk diubah menjadi ruang publik terpadu. “Kami melihat kolam retensi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ikon wisata baru Kota Jambi,” ujar Diza dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Konsep Kawasan: Jogging Track hingga Panggung Seni
Dalam paparannya di hadapan jajaran Kemenekraf, Wawako Diza merinci bahwa kawasan tersebut akan dilengkapi ruang terbuka hijau, area rekreasi keluarga, jogging track, sentra kuliner, hingga panggung pertunjukan seni dan budaya lokal. Ia menekankan bahwa desain ini mengedepankan aspek keberlanjutan.
“Kami ingin menghadirkan sebuah kawasan yang tidak hanya indah dan nyaman, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Jambi,” tambah Diza.
Dari Pengendali Banjir Menjadi Magnet Ekonomi
Fungsi utama kolam retensi sebagai pengendali banjir di sepanjang sistem aliran Sungai Asam tetap menjadi prioritas. Namun, Pemkot Jambi melihat peluang untuk menumpuk fungsi lain di atas infrastruktur tersebut. Keberadaan Danau Kajang Lako diyakini bisa membuka lapangan usaha baru bagi warga sekitar, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Pemerintah kota berharap dukungan dari Kemenekraf tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga pendampingan teknis agar kawasan ini bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Audiensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pemda dan kementerian dalam mendorong pertumbuhan sektor ekraf sebagai mesin ekonomi baru daerah.