Pencarian

Jembatan Gentala Arasy, Ikon Wisata Jambi di Atas Sungai Batanghari

Minggu, 12 Juli 2026 • 23:31:31 WIB
Jembatan Gentala Arasy, Ikon Wisata Jambi di Atas Sungai Batanghari

Kota Jambi memiliki satu landmark yang cukup dikenal wisatawan maupun warga lokal, yaitu Jembatan Gentala Arasy. Jembatan ini membentang di atas Sungai Batanghari, menghubungkan kawasan Tepian Tanggo Rajo dengan Menara Gentala Arasy di Jambi Seberang.

Selain berfungsi sebagai akses pejalan kaki, jembatan ini juga menyimpan nilai sejarah dan filosofi yang cukup dalam, sehingga banyak dikunjungi bukan sekadar untuk berfoto, tapi juga untuk mengenal latar belakangnya.

Berikut informasi seputar sejarah, keunikan, dan hal yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke Jembatan Gentala Arasy.

Sejarah Pembangunan

Jembatan Gentala Arasy dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, dengan proses pembangunan berlangsung selama tiga tahun sejak 2012 hingga 2014. Total anggaran yang digunakan untuk membangun jembatan ini mencapai sekitar Rp88,7 miliar.

Jembatan ini diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu, Jusuf Kalla, pada 28 Maret 2015. Peresmian ini menandai jembatan sebagai salah satu proyek infrastruktur sekaligus wisata budaya penting bagi Kota Jambi.

Keunikannya, Gentala Arasy tercatat sebagai jembatan pedestrian di atas sungai pertama di Indonesia yang memiliki kontur meliuk menyerupai huruf S, berbeda dari jembatan pejalan kaki pada umumnya yang cenderung lurus.

Makna di Balik Nama Gentala Arasy

Nama Gentala Arasy memiliki makna filosofis yang berasal dari tiga kata: genta yang berarti suara, tala yang berarti keselarasan, dan arasy yang berarti menggema ke langit. Secara keseluruhan, nama ini bermakna bunyi yang selaras dan menggema ke langit.

Selain makna filosofis tersebut, Gentala Arasy juga merupakan akronim dari Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayoeti, merujuk pada salah satu Gubernur Jambi yang lahir di kawasan Jambi Kota Seberang dan menjabat pada periode 1989-1999.

Perpaduan antara makna filosofis dan sejarah tokoh lokal ini membuat jembatan tidak sekadar menjadi infrastruktur, tapi juga simbol identitas budaya masyarakat Jambi.

Menara dan Museum di Ujung Jembatan

Di ujung jembatan terdapat Menara Gentala Arasy yang dilengkapi lift, memungkinkan pengunjung naik hingga ketinggian sekitar 80 meter untuk menikmati pemandangan Kota Jambi dari atas.

Di dalam menara juga terdapat museum yang diresmikan pada 3 September 2014. Koleksi museum ini meliputi foto para ulama, seni dan budaya Islam, arsitektur Islam, hingga naskah pendidikan dan sejarah Islam di Jambi.

Di puncak menara, terdapat jam pada keempat sisinya yang selain berfungsi sebagai penunjuk waktu umum, juga menjadi penanda waktu salat bagi umat Muslim setempat.

Tips Berkunjung ke Gentala Arasy

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah menjelang sore hari, saat cuaca tidak terlalu terik dan suasana Sungai Batanghari terlihat lebih syahdu menjelang senja.

Karena berada di area terbuka dan tepi sungai, disarankan membawa air minum serta memakai alas kaki yang nyaman untuk berjalan menyusuri jembatan yang cukup panjang.

Bagi yang ingin naik ke menara dan mengunjungi museum, ada baiknya menyiapkan waktu lebih agar bisa menikmati koleksi museum dengan lebih leluasa, tidak terburu-buru.

Checklist Sebelum ke Gentala Arasy

  • Datang menjelang sore untuk suasana yang lebih nyaman
  • Gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan kaki
  • Siapkan waktu lebih jika ingin naik menara dan masuk museum
  • Bawa kamera untuk mengabadikan pemandangan Sungai Batanghari
  • Perhatikan jam operasional menara sebelum berangkat

Informasi wisata dan berita seputar Jambi lainnya bisa dibaca di beranda jambitime.com.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks