Pencarian

Menteri Wihaji Peringati Harganas ke-33: Jangan Biarkan Meja Makan Sunyi karena Layar Ponsel, Ayah Harus Hadir Psikologis

Senin, 29 Juni 2026 • 14:23:31 WIB
Menteri Wihaji Peringati Harganas ke-33: Jangan Biarkan Meja Makan Sunyi karena Layar Ponsel, Ayah Harus Hadir Psikologis
Menteri Wihaji mengajak keluarga Indonesia untuk menghidupkan tradisi ngobrol di meja makan tanpa gangguan ponsel.

YOGYAKARTA — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji meminta para keluarga Indonesia menghidupkan kembali tradisi ngobrol di meja makan. Menurutnya, kehadiran teknologi jangan sampai membuat ruang dialog antaranggota keluarga menjadi sunyi.

"Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam keadaan fatherless country, di mana ayah hadir secara fisik saja tanpa psikologis. Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar. Peluk anak-anakmu dan ajak mereka berdialog, batasi penggunaannya pada hal-hal yang produktif," kata Wihaji di Yogyakarta, Senin.

Disrupsi Teknologi Datang Tanpa Permisi

Wihaji mengajak setiap keluarga untuk melakukan refleksi dan introspeksi. Ia menilai, panggung peradaban modern bergerak semakin cepat dan penuh ketidakpastian. Disrupsi teknologi digital, kata dia, datang dari luar keluarga tanpa izin.

"Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman? Panggung peradaban modern kini bergerak semakin cepat, oleh karena itu perlu teliti karena kini kita dipenuhi ketidakpastian dan kerumitan, serta kebingungan arah," ujarnya.

Tiga Pilar Wujudkan Keluarga Berkualitas

Dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas, Menteri Wihaji menegaskan pentingnya transformasi kualitas sumber daya manusia dari dalam rahim ibu melalui tiga pilar. Pilar pertama adalah kesehatan untuk menuntaskan stunting.

"Anak yang terhambat otaknya akan sulit berkembang. Oleh karena itu perlu penguatan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan," paparnya.

Pilar kedua, lanjut Wihaji, adalah pendidikan karakter. Keluarga harus menjadikan rumah sebagai ruang aman di tengah disrupsi teknologi. Pilar ketiga adalah ketahanan mental, karena keluarga merupakan hulu dari setiap kebijakan nasional sebagai pelabuhan nasional yang stabil.

Mengenang Sejarah Harganas

Harganas diperingati setiap 29 Juni sebagai pengingat dua peristiwa penting. Pertama, kembalinya para pejuang kemerdekaan kepada keluarga mereka pada 29 Juni 1949. Kedua, tonggak dimulainya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional pada 29 Juni 1970.

Kepala BKKBN periode 1983–1998, Haryono Suyono, menginisiasi peringatan Harganas yang pertama kali digelar di Lampung pada 1993. Peringatan itu sekaligus menjadi penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang berjuang dalam program kependudukan dan keluarga berencana.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks