Pencarian

PGN Genjot 4.500 Sambungan Gas Rumah Tangga di Sleman, Warga Bisa Hemat 30 Persen Biaya Masak

Senin, 22 Juni 2026 • 18:50:01 WIB
PGN Genjot 4.500 Sambungan Gas Rumah Tangga di Sleman, Warga Bisa Hemat 30 Persen Biaya Masak
PGN genjot 4.500 sambungan gas rumah tangga dengan skema CNG clustering di Sleman.

JAMBI — PGN menerapkan skema CNG clustering di Sleman sebagai solusi distribusi gas bumi ke kawasan yang belum terjangkau pipa transmisi. Gas bertekanan tinggi sekitar 200 bar dari stasiun pengisian dialirkan ke sistem cluster, lalu tekanannya diturunkan melalui alat pengatur tekanan (PRS) agar aman mengalir ke kompor rumah tangga.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan. Dengan pengawasan ketat dan teknologi PRS yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari,” ujar Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri ESDM pekan lalu.

Setara 64 Ton LPG per Bulan, UMKM Juga Kebagian

Hingga saat ini, rata-rata penyaluran gas bumi ke pelanggan jargas Sleman mencapai 84 ribu meter kubik per bulan. Angka itu setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG setiap bulan. Program ini tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), restoran, perhotelan, hingga rumah sakit.

Salah satu pelanggan komersial, Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta, mencatat pemakaian CNG 2.000–2.300 meter kubik per bulan. Pemilik rumah makan mengaku bisa menghemat biaya energi 30–33 persen dibandingkan bahan bakar sebelumnya.

Target 350 Ribu SR per Tahun, PGN Siap Perluas

Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029 menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun dengan berbagai skema pendanaan. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengapresiasi kesiapan PGN dalam implementasi jargas berbasis CNG di Sleman.

“Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi ibu-ibu rumah tangga, praktis dan aman. Sedangkan bagi pemerintah dapat mengurangi konsumsi LPG subsidi dan mengurangi beban subsidi dan impor LPG,” kata Yuliot.

PGN mengoptimalkan sinergi dengan anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, yang mengelola 14 SPBG/Mother Station dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU) untuk menjangkau konsumen CNG di sektor transportasi, komersial, dan industri di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PGN menegaskan bahwa skema CNG clustering di Sleman membuktikan inovasi ini bisa diterapkan di daerah lain. “PGN telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa seperti CNG maupun LNG. Kami siap mendukung langkah pemerintah dalam target diversifikasi energi nasional,” tutup Arief.

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks