JAKARTA — Pemerintah pusat langsung mengaktifkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan korban gempa bumi di Sulawesi Tengah berjalan optimal. Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).
Prasetyo menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang melanda wilayah tersebut. Ia menegaskan koordinasi sudah dilakukan dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar Prasetyo.
Gempa Susulan dari Magnitudo 6,7
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,1 terjadi pada pukul 01.29 WIB, Rabu (17/6). Pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,33 Bujur Timur, sekitar 54 kilometer barat laut Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
BMKG menjelaskan gempa dengan kedalaman lima kilometer ini merupakan susulan dari gempa utama bermagnitudo 6,7 yang terjadi sehari sebelumnya. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Warga Diimbau Waspada dan Tak Percaya Hoaks
Pemerintah terus memantau perkembangan situasi pascagempa. Prasetyo mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
"Pemerintah terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," imbuh Prasetyo.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas terkait. Hal ini untuk menghindari pengaruh berita-berita yang tidak bertanggung jawab atau hoaks yang kerap beredar pascabencana.