Pencarian

Antam (ANTM) Tebar Dividen Rp 5,04 Triliun, Pemegang Saham Raup Rp 210 per Lembar

Rabu, 10 Juni 2026 • 19:03:31 WIB
Antam (ANTM) Tebar Dividen Rp 5,04 Triliun, Pemegang Saham Raup Rp 210 per Lembar
Antam bagikan dividen Rp 5,04 triliun dengan imbal hasil 7,64% bagi pemegang saham.

JAMBI — Meski nominalnya besar, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) Antam tahun ini justru lebih rendah dibanding kebiasaan sebelumnya. Pada tahun buku 2024 dan 2023, Antam membagikan 100% laba bersih sebagai dividen, masing-masing senilai Rp 3,6 triliun dan Rp 3,07 triliun.

Artinya, tahun ini Antam menyisihkan 30% laba atau sekitar Rp 2,16 triliun sebagai saldo laba ditahan. Langkah ini memberi ruang bagi perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan di tengah ekspansi bisnis yang tengah berjalan.

Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya mencatat, dengan harga saham Antam di level Rp 2.750 per lembar, dividen Rp 210 per saham memberikan imbal hasil yang cukup atraktif. “Dividend yield 7,64% ini termasuk tinggi di pasar saham Indonesia,” tulis riset tersebut.

Saham Antam Naik Tajam Sebelum RUPS, Lalu Terkoreksi

Menjelang pengumuman dividen, saham Antam bergerak liar. Pada perdagangan Selasa (9/6), harga saham emiten pelat merah ini melonjak 13,83% ke Rp 2.880 per saham. Namun sehari setelahnya, saham justru terkoreksi 4,51% dan ditutup di Rp 2.750.

Dalam sepekan, saham Antam masih mencatat penguatan 10,34%. Namun secara year to date (ytd), harga sahamnya masih tertekan 8,57%.

Kuartal I 2026: Laba Melonjak 58%, Emas Jadi Motor Utama

Kinerja Antam di awal tahun ini menjadi alasan di balik besarnya dividen yang dibagikan. Pada kuartal I 2026, Antam membukukan laba bersih Rp 3,66 triliun — tumbuh 58% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,32 triliun.

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan pencapaian ini didorong oleh strategi bisnis yang adaptif dan efisiensi biaya operasional. “Kinerja positif ini didukung konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

EBITDA Antam naik 55% menjadi Rp 5,05 triliun, sementara laba kotor melonjak 54% ke Rp 5,62 triliun. Penjualan bersih mencapai Rp 29,32 triliun, naik 12% secara tahunan.

Emas Dominasi 81% Penjualan, Nikel Ikut Topang

Segmen emas masih menjadi tulang punggung Antam dengan kontribusi 81% terhadap total penjualan. Disusul segmen nikel sebesar 15%, serta bauksit dan alumina sebesar 3%. Penjualan domestik mendominasi hingga 97%.

Dari sisi neraca, total aset Antam meningkat 31% menjadi Rp 63,30 triliun. Kas dan setara kas juga naik 31% menjadi Rp 9,04 triliun, memperkuat fleksibilitas keuangan perusahaan untuk mendanai ekspansi ke depan.

Dengan laba yang terus tumbuh dan dividen jumbo yang tetap dibagikan, Antam menjaga keseimbangan antara imbal balik pemegang saham dan kebutuhan modal untuk pertumbuhan bisnis tambang di tengah harga emas yang masih tinggi.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks