JAMBI — Peluncuran dua motor listrik sekaligus ini dilakukan Honda Vietnam untuk memperkuat portofolio kendaraan ramah lingkungan di negara tersebut. Jika ICON e: selama ini menyasar pelajar dan pengguna harian dengan harga murah, maka e:CUV dan UC3 datang dengan pendekatan yang berbeda. Target konsumennya adalah mereka yang menginginkan fitur lebih lengkap dan performa setara skuter bensin konvensional.
Dua Karakter Berbeda: e:CUV Fleksibel dengan Baterai Lepas, UC3 Premium dengan Fast Charging
Honda merancang e:CUV sebagai skuter urban yang mengedepankan kepraktisan. Motor ini dibekali dua baterai yang bisa dilepas-pasang, memudahkan pengguna saat mengisi daya di rumah atau kantor. Fitur modern seperti smart key dan panel instrumen digital juga sudah tersemat, menjadikannya setara dengan skuter 125cc pada umumnya.
Sementara itu, UC3 menempati posisi lebih tinggi. Motor ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang terpasang permanen, dengan klaim jarak tempuh mencapai 120 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Keunggulan utamanya ada pada dukungan teknologi pengisian cepat, yang memangkas waktu tunggu secara signifikan dibanding pengisian standar. Meski begitu, pengguna tetap bisa mengisi daya di stopkontak rumah untuk kebutuhan harian.
Bukan Sekadar Jual Motor, Honda Bangun Infrastruktur Pendukung
Honda sadar bahwa infrastruktur pengisian daya masih menjadi hambatan terbesar adopsi motor listrik. Untuk mengatasinya, perusahaan menyiapkan dua layanan berbeda sesuai tipe baterai masing-masing model. Pengguna e:CUV bisa memanfaatkan jaringan Honda e:Swap Battery Station, tempat mereka menukar baterai kosong dengan yang sudah terisi penuh tanpa perlu menunggu.
Sedangkan pemilik UC3 akan mendapat dukungan dari Honda Motor Charger Hub, jaringan stasiun pengisian cepat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli mendatang di sejumlah titik di Vietnam. Langkah ini menunjukkan Honda tidak hanya fokus pada penjualan unit, tetapi juga pada kenyamanan penggunaan jangka panjang.
Belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan kedua model ini masuk ke Indonesia. Namun, strategi yang diterapkan di Vietnam bisa menjadi gambaran bagaimana Honda akan meracik lini motor listriknya untuk pasar Asia Tenggara ke depan.