Setelah bertahun-tahun pengguna foldable Samsung harus bersabar dengan pengisian daya 25W yang—jujur saja—terasa lambat untuk ponsel seharga jutaan rupiah, angin segar akhirnya berembus. Berdasarkan bocoran yang beredar, Galaxy Z Fold 8 akan menjadi model pertama di jajaran Z Fold yang menggunakan baterai 5.000mAh, naik dari 4.400mAh yang sudah menjadi standar sejak beberapa generasi sebelumnya.
Lompatan 20W yang Terlambat, Tapi Tetap Disambut
Peningkatan ke 45W memang bukan angka yang mencengangkan di tahun 2026. Galaxy S26 Ultra saja sudah mendukung pengisian 60W. Namun bagi pengguna setia Z Fold yang selama ini harus menunggu lebih dari satu jam untuk mengisi penuh ponsel lipatnya, tambahan 20W ini akan terasa seperti lompatan besar.
Sayangnya, untuk pengisian nirkabel, Samsung tetap mempertahankan kecepatan 15W. Tidak ada perubahan di sektor ini. Ini berarti pengguna wireless charger tetap harus bersabar dengan kecepatan yang sama seperti model pendahulunya.
Motorola Razr Fold Membuat Samsung Terlihat Santai
Jika Samsung menganggap 45W sebagai sebuah peningkatan, Motorola baru saja menunjukkan standar baru yang jauh lebih agresif. Razr Fold, yang baru diperkenalkan beberapa waktu lalu, sudah dibekali pengisian kabel 80W dan nirkabel 50W. Baterainya? 6.000mAh dengan teknologi silikon-karbon yang lebih padat energi.
Perbandingannya memang tidak adil. Motorola datang dengan gebrakan, sementara Samsung tampaknya masih bermain aman dengan pendekatan evolusioner. Galaxy Z Fold 8, dari semua bocoran yang ada, lebih terlihat sebagai penyempurnaan dari Z Fold 7 ketimbang sebuah lompatan generasi yang revolusioner.
Jadwal Rilis dan Spek Lain yang Perlu Diketahui
Samsung dijadwalkan mengumumkan lini foldable terbarunya pada 22 Juli 2026. Selain baterai dan pengisian daya, desain Galaxy Z Fold 8 disebut-sebut hampir identik dengan pendahulunya. Ini berarti engsel yang sudah disempurnakan, layar lipat yang lebih tahan lama, dan dukungan stylus masih akan menjadi andalan utama.
Untuk pengguna di Indonesia, kabar ini patut dinantikan. Meskipun kecepatan pengisian 45W belum bisa menyaingi kompetitor asal China yang sudah tembus 100W+, setidaknya Samsung akhirnya mendengar keluhan pengguna setianya. Pertanyaannya sekarang: apakah ini cukup untuk mempertahankan posisi Samsung sebagai raja ponsel lipat di tengah persaingan yang kian sengit?