MUARO JAMBI — Mahasiswa KKN UIN STS Jambi Posko 24 menyasar warga Desa Teluk Raya untuk meningkatkan literasi zakat maal. Program bertajuk "Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Zakat Maal dan Peran UPZ" ini menekankan pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Edukasi yang digelar di Kecamatan Kumpeh Ulu ini menyasar aspek syariat sekaligus tata kelola zakat. Mahasiswa menjelaskan bahwa harta yang sudah memenuhi nisab dan haul wajib dizakati, dan penyaluran lewat UPZ dinilai lebih terukur.
Banyak warga yang belum memahami batas minimal harta yang wajib dizakati, atau nisab, serta periode kepemilikan yang disebut haul. Tanpa pengetahuan ini, potensi zakat di desa kerap tidak terhimpun optimal.
Mahasiswa KKN juga memperkenalkan jenis aset yang masuk wajib zakat, mulai dari tabungan, emas, hingga hasil usaha. Materi ini disampaikan dengan contoh konkret agar mudah dipahami warga.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi jembatan antara muzaki dan mustahik di tingkat lokal. Lewat UPZ, pengumpulan zakat dilakukan secara tertib dan transparan, sehingga bantuan bisa menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Mahasiswa menekankan bahwa penyaluran zakat lewat lembaga resmi mencegah tumpang tindih penerima dan memastikan pemerataan. Hal ini penting karena potensi zakat desa bisa menjadi instrumen penguatan ekonomi warga.
Program ini dirancang partisipatif, dengan diskusi dua arah antara mahasiswa dan warga. Warga diajak bertanya langsung tentang tata cara menghitung zakat dan mekanisme penyaluran di UPZ setempat.
Kolaborasi ini diharapkan membangun kebiasaan berzakat yang berkelanjutan, bukan sekadar seremonial. Dengan pemahaman yang semakin baik, potensi zakat di Desa Teluk Raya dapat dihimpun lebih optimal untuk kesejahteraan bersama.