Dukung Pendidikan dan Tekan Stunting, PT SAL Jangkau 241 Kepala Keluarga Suku Anak Dalam di Sarolangun Jambi

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 16:16:32 WIB
Warga Suku Anak Dalam menerima layanan pemeriksaan kesehatan dari petugas posyandu binaan PT Sari Aditya Loka di Sarolangun, Jambi.

SAROLANGUN — Akses kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat adat di wilayah terpencil masih menjadi pekerjaan rumah besar. PT Sari Aditya Loka (SAL) memilih turun langsung dengan membina enam posyandu khusus Suku Anak Dalam (SAD) di Sarolangun, Jambi, sepanjang tahun lalu.

Sebanyak 241 kepala keluarga menjadi penerima manfaat layanan kesehatan keliling dan dukungan ambulans yang dioperasikan perusahaan. Intervensi ini dirancang terstruktur, mulai dari pembinaan posyandu, pemberian makanan tambahan, hingga kolaborasi dengan puskesmas setempat.

Enam Posyandu Khusus dan Dukungan Ambulans untuk SAD

Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada layanan kesehatan dasar. Perusahaan juga memperkuat kapasitas kader dan pendampingan berkelanjutan agar dampaknya konsisten dirasakan komunitas SAD.

Upaya ini berkontribusi nyata pada pencegahan stunting sekaligus menekan penyebaran penyakit menular. Harapannya, kualitas hidup masyarakat adat di Sarolangun meningkat secara bertahap.

“Perusahaan mendapat apresiasi dari pemerintah daerah atas kontribusi nyata, termasuk penghargaan dari Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun dan piagam Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dari BKKBN Provinsi Jambi,” ujar Asisten Sustainability PT SAL, Slamet Riyadi, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Wisma Madu Rimbo: Tempat Tinggal bagi Pelajar SAD

Di sektor pendidikan, PT SAL membina 13 sekolah dengan total 412 siswa. Perusahaan juga menyediakan Wisma Madu Rimbo sebagai tempat tinggal bagi pelajar SAD agar bisa mengakses pendidikan hingga jenjang menengah.

Dukungan terhadap tenaga pendidik dan fasilitas belajar menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak SAD. Langkah ini mendorong peningkatan partisipasi sekolah sekaligus membuka peluang bagi generasi muda komunitas adat.

Keterlibatan dunia usaha seperti ini dinilai mampu mempercepat pemerataan layanan dasar di daerah tertinggal. Program ini sejalan dengan agenda nasional penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan komunitas SAD di Jambi tidak lagi tertinggal dalam akses kesehatan dan pendidikan. Intervensi yang dilakukan PT SAL menjadi contoh bagaimana sektor swasta bisa berperan aktif dalam pembangunan sosial masyarakat adat.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: batangharinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top