JAMBI — PT Pertamina Patra Niaga memangkas harga Pertamax (RON 92) dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Penurunan juga berlaku untuk Pertamax Green 95 yang turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600, serta Pertamax Turbo (RON 98) yang kini dibanderol Rp18.300 dari sebelumnya Rp19.300.
Untuk produk bersubsidi, harga Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Tidak ada perubahan pada kedua produk ini sejak awal bulan.
Berbeda dengan bensin, segmen diesel nonsubsidi justru mengalami kenaikan. Shell V-Power Diesel, BP Ultimate Diesel, dan Vivo Diesel Primus sama-sama naik dari Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter.
Kenaikan ini membuat selisih harga antara bensin nonsubsidi dan diesel premium melebar. Sebagai gambaran, selisih antara BP Ultimate (bensin) dan BP Ultimate Diesel kini mencapai lebih dari Rp5.000 per liter.
BP-AKR menurunkan harga BP 92 dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter. Produk BP Ultimate juga turun dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter.
Vivo menerapkan pola serupa untuk produk bensinnya. Revvo 92 turun menjadi Rp16.130 per liter dan Revvo 95 menjadi Rp16.760 per liter.
Shell hanya mengonfirmasi kenaikan untuk Shell V-Power Diesel yang kini berada di level Rp21.910 per liter. Adapun harga Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tercantum dalam daftar harga yang dirilis operator.
Dengan pola penyesuaian yang terjadi, konsumen kini dihadapkan pada disparitas harga antaroperator yang cukup tipis untuk produk bensin RON 92, hanya berselisih sekitar Rp180 per liter antara Pertamax dan BP 92.