JAMBI — Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hasnidar Haris mengingatkan warga agar tidak terlena dengan kondisi air yang masih mengalir lancar di rumah masing-masing. Menurutnya, masih ada warga lain di wilayah ujung yang kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.
"Untuk masyarakat Provinsi Jambi bagi yang airnya mengalir lancar, tetap menghemat, karena ternyata ada orang lain di ujung-ujung tidak kebagian (air)," kata Hasnidar di Kota Jambi, Kamis.
Imbauan ini tidak lepas dari prediksi cuaca yang menunjukkan musim kemarau tahun ini lebih panjang dari biasanya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menyebut kondisi kering berpotensi berlangsung hingga akhir Desember.
"Yang paling penting karena kemarau panjang, kita harus cerdas menggunakan air karena musim kemarau sampai akhir bulan Desember," ungkap Bachyuni.
Edukasi penghematan air ini merupakan bagian dari program sosial pojok berkah yang digagas TP-PKK Provinsi Jambi. Program tersebut tidak hanya menghadirkan sarapan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi seputar pola hidup sehat dan gizi seimbang.
Selain soal air, warga juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dengan menghindari membakar sampah dan lahan. Hal ini dinilai krusial mengingat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat drastis saat kemarau.
Bachyuni Deliansyah menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuang dan membakar sampah secara sembarangan yang bisa memicu kebakaran lahan.
"Misalnya ada airnya lancar mengalir terus, tapi ternyata banyak air yang tidak mengalir lagi karena memang menghadapi musim kering ini. Jadi mari berhemat, walaupun di rumah kita airnya lancar supaya berbagi kepada yang lainnya," kata Hasnidar menambahkan.
Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Provinsi Jambi dalam menghadapi dampak musim kemarau, baik dari sisi ketersediaan air bersih maupun potensi bencana karhutla.