Setelah Redfall Gagal Total, Eks Bos Arkane Akui Terseret Tren Live-Service dan Kini Mendirikan Studio Baru

Penulis: Rizal Hamdani  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:42:31 WIB
Eks sutradara Arkane Austin, Harvey Smith, mengakui kegagalan Redfall akibat tekanan tren live-service dan ambisi yang berlebihan.

JAMBI — Kegagalan Redfall pada 2023 meninggalkan luka mendalam bagi industri, terutama bagi para kreatornya. Harvey Smith (sutradara) dan Ben Horne (produser), dua sosok kunci di balik Arkane Austin, akhirnya angkat bicara. Mereka membeberkan proses produksi yang berantakan dan tekanan besar yang menghantam tim.

Dalam wawancara dengan The Game Business, Horne menjelaskan bahwa Redfall lahir di tengah demam layanan langsung (live-service). Tim dipaksa menjawab pertanyaan pelik: "Bagaimana cara kami melakukan ini?" Sementara itu, Smith mengakui bahwa Arkane "terlalu percaya diri" dan "terseret arus" tren tersebut.

Ambisi Besar yang Berujung Petaka

"Arkane itu studio yang sangat terspesialisasi, tapi industri ini terus tumbuh dan selalu ada mulut yang harus diberi makan. Saya punya keberanian yang bodoh untuk mengira semuanya akan berjalan mulus. Kami pikir bisa menggabungkan apa yang kami cintai dengan mekanik live-service, sistem siang-malam yang berbeda, dan kelas karakter," ujar Smith.

Namun, di tengah pengembangan, pandemi COVID-19 melanda. Smith menyebutnya sebagai pukulan telak, diperparah dengan fenomena "The Great Resignation" yang membuat banyak karyawan bekerja jarak jauh dan akhirnya pindah kerja. Kondisi eksternal seperti badai es yang memutus listrik dan air di Texas selama dua minggu, hingga isu "tawon pembunuh" yang mendekat, semakin memperburuk situasi.

Patch 1.4: Kebanggaan di Tengah Kehancuran

Saat dirilis, Redfall menerima respons yang sangat buruk dari kritikus dan pemain. Tim kemudian menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merilis tambalan (patch) perbaikan. Ironisnya, Microsoft justru menutup Arkane Austin di tengah proses tersebut. Smith dan timnya yang sudah dipecat pun nekat meminta izin untuk menyelesaikan update terakhir mereka, versi 1.4.

"Kami pergi ke Microsoft dan bilang, 'Kami tahu kami tidak bekerja di sini lagi, tapi bisakah kami merilis ini?' Untungnya, mereka mengizinkan. Enam atau tujuh orang dari kami menandatangani formulir untuk kembali ke gedung. Setelah dipecat, kami merilis 1.4. Saya rasa jika itu ada di hari pertama rilis, game-nya tidak akan menjadi fenomena, tapi itu game yang jauh, jauh lebih baik," kenang Smith.

Bagi Horne, momen tersebut menjadi pencapaian aneh dalam kariernya. "Rasanya seperti membuka pencapaian (achievement) dalam karier profesional saya, bisa merilis update untuk game setelah saya dipecat dan studionya tutup," katanya.

Babak Baru di Black Pony

Smith juga mengakui bahwa dirinya "benar-benar keluar dari jalur" saat menggarap Redfall. "Saya tidak mengerjakan hal-hal yang seharusnya saya kerjakan," tegasnya. Meski prosesnya traumatis, ia mengapresiasi semangat tim yang mau kembali demi merilis patch tersebut.

Kini, Smith dan Horne telah melangkah maju dengan mendirikan studio baru bernama Black Pony Immersive. Studio tersebut dikabarkan tengah menggarap first-person action-RPG yang imajinatif dan berfokus pada "mendorong batas imersi pemain". Namun, hingga saat ini belum ada judul resmi yang diumumkan dari proyek terbaru mereka.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: gamespot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top