Basarnas Evakuasi Satu Korban Tewas dan Dua Luka di Maumere Usai Gempa M7 NTT

Penulis: Rizal Hamdani  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:13:31 WIB
Basarnas mengevakuasi satu korban tewas dan dua korban luka di Maumere, NTT, pascagempa berkekuatan M7.

JAMBI — Korban tewas teridentifikasi sebagai Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun. Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman membenarkan bahwa korban tertimpa material bangunan yang rubuh saat guncangan terjadi di kawasan pelabuhan setempat.

"Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka rubuh dan menimpa 1 orang korban atas Meliana Nenong Perempuan Berusia 54 Tahun dengan kondisi Meninggal Dunia," kata Fathur dalam keterangan tertulisnya.

Evakuasi Korban dan Penanganan Medis di RSUD TC Hillers

Jenazah Meliana bersama dua korban luka lainnya langsung dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi dua korban luka belum dirinci secara detail oleh Basarnas, namun keduanya mendapat perawatan intensif di rumah sakit rujukan tersebut.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih bergerak menjangkau lokasi-lokasi terdampak lainnya. Fathur menegaskan pendataan terus dilakukan dan timnya telah dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di bawah reruntuhan.

Kekuatan Guncangan dan Peringatan Tsunami yang Berakhir

Gempa utama tercatat berada di kedalaman 30 kilometer dengan episentrum di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan terasa hingga ke sejumlah daerah di sekitar NTT, memicu kekhawatiran warga yang berhamburan keluar rumah.

Guncangan ini juga sempat memicu peringatan dini tsunami di beberapa wilayah dengan ketinggian air tercatat antara 0,3 meter hingga hampir 1 meter. Namun, status peringatan dini tersebut telah dinyatakan berakhir oleh pihak berwenang.

Data Korban Berbeda dengan Catatan BNPB

Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua orang tewas imbas gempa NTT. Belum dapat dipastikan apakah korban di Maumere ini merupakan bagian dari laporan yang diterima BNPB atau data terpisah yang masuk dari lapangan.

Perbedaan data awal semacam ini umum terjadi dalam penanganan bencana karena proses verifikasi dari berbagai kabupaten/kota yang masih berlangsung. Basarnas Maumere terus berkoordinasi dengan BNPB untuk menyinkronkan data korban dan kerusakan.

Masyarakat di pesisir yang sempat mengungsi akibat peringatan dini tsunami dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing. Tim gabungan masih bersiaga di titik-titik pengungsian untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top