SAROLANGUN — Kebakaran lahan kelapa sawit terjadi di samping SD 200/VII Pelawan, Desa Pelawan Jaya, Simpang Singkut 7, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Selasa (11/8) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun api sempat mengancam meluas ke area gambut di sekitar lokasi.
Warga sekitar pertama kali melihat kepulan asap tebal sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui api telah merembet dari lokasi pembakaran sampah ke lahan sawit milik warga.
Menindaklanjuti laporan warga, Yonif TP-896/SP segera mengerahkan 20 personel yang dipimpin Letda Cpl Roni Wijaya. Mereka bergerak menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB.
Personel yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dibantu warga sekitar. Kerja sama ini dinilai kunci dalam mencegah api menjalar lebih luas ke area perkebunan.
Berkat respons cepat dan bantuan masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.05 WIB atau kurang dari satu jam setelah personel tiba. Proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang bisa memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan keterangan awal warga, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di samping SD 200/VII Pelawan. Api diduga ditinggalkan tanpa pengawasan setelah pembakaran selesai, lalu merambat beberapa jam kemudian.
Kondisi tanah di lokasi yang merupakan lahan gambut disebut turut mempercepat penjalaran api. Hal ini menjadi peringatan serius mengingat lahan gambut sulit dipadamkan jika api sudah masuk ke lapisan bawah tanah.
Yonif TP-896/SP mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di area yang berdekatan dengan lahan gambut dan vegetasi mudah terbakar. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan serta memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan pembakaran.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian masyarakat dalam mencegah kebakaran lahan sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam penanganan bencana di Kabupaten Sarolangun.