JAMBI — Laporan terbaru firma riset IDC menunjukkan pasar komputer enterprise sedang berada dalam siklus ekonomi yang tidak biasa. Penurunan pengiriman unit terjadi di hampir semua vendor besar seperti HP, Dell, dan Lenovo, tetapi pendapatan industri justru tumbuh karena kenaikan harga yang agresif. Kondisi ini dipicu kelangkaan komponen memori global, yang diperparah oleh tingginya permintaan dari pusat data AI.
Jitesh Ubrani, research director for consumer devices di IDC, menjelaskan akar masalahnya. "The real story here is the disconnect between units and dollars: shipments are falling, but revenue is climbing because vendors are pushing through price increases faster than demand is dropping," ujarnya.
Ubrani menambahkan bahwa kondisi makro ekonomi yang memburuk dan kekurangan pasokan memori diperkirakan baru akan mereda pada awal 2028. Akibatnya, vendor memprediksi kenaikan harga lebih lanjut hingga 2027 dan mulai khawatir dengan tingkat inventaris yang tinggi di titik harga yang lebih mahal.
Keberhasilan Apple mencatat pertumbuhan 10% di tengah pasar yang lesu tidak bisa dilepaskan dari manajemen rantai pasok. Bradley Chambers, pengelola Apple IT sejak 2009, menilai kontribusi terbesar Tim Cook adalah kemampuannya mengelola rantai pasok secara efisien sehingga Apple menjadi salah satu vendor terakhir yang menaikkan harga produknya.
Menurut Chambers, pertumbuhan ini tidak semata-mata disebabkan oleh MacBook Neo. "Yes, the Neo is playing its part, but it's definitely more than that," tulisnya dalam analisis untuk 9to5Mac.
Bagi pembeli enterprise, keputusan terbesar tahun depan adalah memilih antara MacBook Neo yang lebih murah dengan siklus pemakaian pendek, atau MacBook Air yang lebih mahal namun bisa dipakai lebih lama. Chambers merekomendasikan siklus refresh empat tahun untuk perangkat Apple Silicon, mengingat MacBook Air M1 yang sudah berusia empat tahun masih terasa responsif dan aman digunakan untuk kerja.
Dia memandang MacBook Neo sebagai produk entry-level yang berisiko secara operasional. "If you go with the first-generation Neo and it craps out after 2.5 years, the buyer looks really bad. Today, no IT administrator is getting fired for deploying an M5 MacBook Air," tegasnya.
Chambers memperkirakan tim IT akan mencoba memperpanjang siklus pemakaian perangkat hingga 4-5 tahun untuk mengimbangi biaya hardware yang terus naik. Namun, tren ini bisa berbalik jika aplikasi enterprise mulai mewajibkan daya pemrosesan neural yang tinggi untuk kebutuhan AI lokal.
Untuk saat ini, dia menyarankan agar tim IT tidak berkompromi pada konfigurasi memori dasar hanya untuk menghemat biaya di awal. "Right now, I believe it's better to buy a MacBook Air with a proven enterprise footprint to ensure your fleet remains useful for the long haul," pungkasnya.