JAMBI — Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lantas Polda Jambi dengan pesan tegas bahwa transformasi digital di bidang lalu lintas harus berjalan beriringan dengan pendekatan humanis. Rakernis digelar di Aula Gedung Siginjai Lantai III Mapolda Jambi.
Di hadapan jajaran lalu lintas dan pemangku kepentingan, Kapolda menegaskan bahwa Rakernis Fungsi Lantas bukan sekadar agenda seremonial. Forum ini harus menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas.
"Digitalisasi layanan Polantas harus benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri," kata Irjen Krisno.
Kapolda menekankan bahwa digitalisasi layanan Polantas harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum yang profesional, objektif, berkeadilan, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Rakernis yang mengusung tema "Digitalisasi Layanan Polantas Guna Mendukung Transformasi Polri Presisi Dalam Rangka Terwujudnya Asta Cita" ini dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol Benny Ali, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Subandi, dan Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono.
Hadir pula Kepala Kantor PT Jasa Raharja Wilayah Jambi Agung Abimanyu, perwakilan Organda, asosiasi ojek online (ojol), serta mahasiswa. Rakernis menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Pakar Hukum Pidana Usman, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi Saiful Roswandi, serta Psikolog/Pakar Perilaku Sosial Dessy Pramudiani.
Kehadiran para pemangku kepentingan dan akademisi ini menunjukkan bahwa transformasi layanan Polantas tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan masukan dari berbagai pihak agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.