JAMBI — Kesepakatan ini terkonfirmasi setelah Presiden DFB Bernd Neuendorf dan Wakil Presiden Hans-Joachim Watzke bertemu langsung dengan Klopp di New York. Juru bicara DFB mengonfirmasi diskusi konstruktif itu sudah membuahkan kesepakatan poin-poin utama kontrak.
"Selama pertukaran pendapat yang konstruktif tersebut, tercapai kesepakatan mengenai poin-poin utama dari kontrak yang mungkin akan disepakati," ujar juru bicara DFB dalam pernyataan resmi.
Pembicaraan akan memasuki tahap finalisasi pada pekan depan. Namun ada satu hambatan yang harus diselesaikan: status Klopp di Red Bull. Pelatih asal Jerman itu saat ini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepakbola Global Red Bull sejak 2024.
Kedua belah pihak yakin negosiasi dengan Red Bull bisa berjalan lancar. Setelah itu, kontrak baru harus disahkan dalam rapat gabungan dewan pengawas dan rapat pemegang saham DFB GmbH & Co. KG sebelum resmi diumumkan.
Klopp akan meneruskan pekerjaan Julian Nagelsmann. Pelatih 38 tahun itu mundur setelah Jerman tersingkir memalukan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Die Mannschaft kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay setelah bermain imbang 1-1 dalam 120 menit di Gillette Stadium, 30 Juni lalu.
Nagelsmann awalnya bersikeras bertahan. Namun tekanan setelah kegagalan di turnamen besar membuatnya akhirnya bersedia mundur. Kini Jerman mendapat sosok yang lebih berpengalaman untuk membangun ulang tim.
Dengan kontrak hingga 2030, Klopp dijadwalkan memimpin Jerman di dua turnamen besar: Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. Ini menjadi proyek jangka panjang yang jarang diberikan federasi kepada pelatih tim nasional.
Klopp terakhir melatih Liverpool pada 2024 sebelum memutuskan hiatus. Ia kemudian bergabung dengan Red Bull sebagai kepala pengembangan sepakbola. Kini pria asal Stuttgart itu siap kembali ke kursi pelatih untuk menangani tim nasional negaranya sendiri.