Dalam deposisi yang digelar tertutup dua tahun lalu, Newell menolak keras tuduhan bahwa Valve menerapkan aturan tak tertulis yang melarang pengembang menjual game lebih murah di toko lain. Ia menyebut kebijakan tersebut tidak pernah ada, meskipun jaksa penuntut menunjukkan bukti komunikasi internal karyawan Valve yang tampaknya menegakkan aturan itu.
Wolfire Games, pengembang Overgrowth, menuntut Valve pada 2021 setelah pendirinya, David Rosen, mengaku diancam akan dihapus dari Steam jika menjual game lebih murah di situsnya sendiri. “Mereka menjawab akan menghapus Overgrowth dari Steam jika saya mengizinkannya dijual dengan harga lebih rendah di mana pun, bahkan dari situs web saya sendiri tanpa kunci Steam,” kata Rosen kala itu.
Namun, saat disodori bukti tersebut, Newell tetap pada pendiriannya. “Valve tidak memiliki kebijakan atau praktik untuk mendikte harga kepada pengembang perangkat lunak pihak ketiga di platform lain,” ujarnya dalam kesaksian.
Terlepas dari bantahan Newell, dominasi Steam di PC nyaris tak terbantahkan. Epic Games Store telah menghabiskan miliaran dolar untuk memberikan game gratis, namun hasilnya hanya membuat penjualan game di Steam justru meningkat. “Gratisan Epic bagus untuk penjualan Steam,” kata Dave Oshry, bos New Blood Interactive, awal tahun ini.
Survei terhadap mayoritas pengembang game pun mengakui bahwa Steam memang memegang kendali monopoli atas pasar. Namun, gamer sendiri tampak enggan berpindah. Kenyamanan, koleksi perpustakaan digital, dan diskon gila-gilaan membuat Steam tetap menjadi pilihan utama—bahkan ketika Grand Theft Auto 6 diprediksi akan membawa era harga game 80 dolar AS.
Kasus Wolfire hanyalah satu dari sekian banyak tekanan hukum yang dihadapi Valve. Di Inggris, perusahaan tersebut menghadapi gugatan senilai 900 juta dolar AS (sekitar Rp 14,4 triliun) yang menuduh Valve menggunakan Steam untuk menaikkan harga secara berlebihan dan mematikan toko pesaing. Gugatan itu kembali menyinggung soal “aturan tak tertulis” yang sama—yang lagi-lagi dibantah Newell.
Hasil dari kasus Wolfire akan menjadi preseden penting. Jika pengadilan memenangkan gugatan, Valve bisa dipaksa mengubah model bisnisnya secara fundamental. Namun jika Newell berhasil mempertahankan argumennya, dominasi Steam sebagai “raja” distribusi game PC akan terus kokoh, setidaknya hingga ada pesaing yang benar-benar mampu menawarkan pengalaman yang lebih baik—bukan sekadar game gratis.