Pameran Foto Ursyalim di Museum ANTARA Heritage Center Tampilkan 100 Dokumentasi Kehidupan Yerusalem dari Sisi Kemanusiaan

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:25:56 WIB
Pameran foto Yerusalem di Museum ANTARA menampilkan 100 dokumentasi kehidupan kemanusiaan.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyebut penugasan khusus ke Yerusalem bukan sekadar proyek dokumentasi biasa. Menurutnya, setiap karya berkualitas tinggi yang lahir dari liputan semacam ini akan selalu mendapat dukungan penuh karena menjadi bagian dari identitas ANTARA di level global.

"Setiap karya yang bagus, setiap karya yang layak dipertontonkan atas nama ANTARA, wajib ANTARA bantu," kata Benny saat pembukaan pameran di Jakarta, Jumat malam.

Ia menjelaskan bahwa lembaga kantor berita nasional itu memiliki misi besar menyediakan informasi yang berfungsi sebagai jembatan kemanusiaan. Penugasan langsung ke Yerusalem, lanjut Benny, bertujuan menangkap realitas kehidupan sosial secara berimbang dan utuh tanpa terjebak pada bias politik.

Duta Besar Palestina Apresiasi Jurnalisme Kultural

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari yang hadir dalam kesempatan itu memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif jurnalisme kultural yang digelar ANTARA. Ia menilai media fotografi sangat efektif dalam menampilkan wajah asli Palestina yang penuh toleransi sejarah.

Kehadiran 100 dokumentasi visual di ANTARA Heritage Center diharapkan dapat memperkuat ikatan solidaritas antarmasyarakat kedua negara secara nyata. Melalui bidikan lensa, ANTARA ingin mengubah pandangan masyarakat Indonesia agar tidak hanya melihat Yerusalem dari sudut pandang ketegangan bersenjata saja.

Ruang Publik untuk Memori Kolektif Perdamaian

Benny menambahkan, pihaknya sengaja memanfaatkan Museum ANTARA Heritage Center di kawasan Pasar Baru sebagai wadah publik yang konkret. Galeri foto bersejarah ini dibuka menjadi rumah memori kolektif untuk menghubungkan masyarakat dengan nilai-nilai perdamaian lintas batas negara.

Masyarakat umum dapat mengunjungi pameran foto dokumenter ini tanpa dipungut biaya. Panitia membuka ruang pameran bagi publik setiap hari mulai 22 Mei hingga 29 Mei 2026.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top