JAMBI — Penurunan harga logam mulia di outlet Pegadaian kali ini mematahkan tren kenaikan sebelumnya. Tiga produsen utama yang dijajakan BUMN pergadaian ini—Antam, UBS, dan Galeri24—kompak memerah, memberikan angin segar bagi pembeli yang mengincar harga murah. Berdasarkan data transaksi terbaru, emas batangan cetakan UBS mengalami koreksi paling signifikan dibanding merek lainnya.
Harga emas UBS kini dibanderol Rp 2.797.000 per gram, merosot tajam Rp 48.000 dari posisi hari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 2.845.000 per gram. Sementara itu, emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 25.000 menjadi Rp 2.862.000 per gram.
Anak usaha Pegadaian, Galeri24, juga memotong harga jual produknya sebesar Rp 26.000, sehingga kini berada di level Rp 2.756.000 per gram. Fluktuasi ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar keuangan domestik maupun global.
Pegadaian menyediakan berbagai variasi ukuran berat untuk memudahkan akses investasi masyarakat dari berbagai kalangan. Berikut adalah rincian harga pecahan emas batangan per Kamis, 21 Mei 2026:
Di pasar internasional, harga emas justru mencatatkan performa positif dengan penguatan sebesar 1 persen ke level USD 4.532,72 per ounce pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Kenaikan ini ditopang oleh meredanya kekhawatiran inflasi global seiring adanya harapan penyelesaian damai konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen positif tersebut berhasil menekan harga minyak mentah Brent dan menurunkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dari level tertingginya sejak Januari 2025. Penurunan yield obligasi AS ini secara otomatis meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Pelaku pasar kini bersikap realistis terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data CME FedWatch, terdapat probabilitas sebesar 89,6 persen bahwa bank sentral AS tersebut akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Juni 2026 mendatang.
Kondisi pasar yang dinamis ini membuat pergerakan harga emas ritel di dalam negeri masih berpotensi mengalami penyesuaian kembali dalam beberapa hari ke depan. Bagi investor domestik, penurunan harga di Pegadaian hari ini menjadi celah likuiditas yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.