TANJAB BARAT — Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang. Kedua korban yang belum diketahui identitasnya itu tengah mengerjakan pengelasan di atas struktur jembatan saat konstruksi mendadak ambrol dan langsung jatuh ke sungai.
Arus Sungai Limau yang deras disebut langsung menyeret kedua pekerja tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik, namun tak ada yang bisa berbuat banyak karena kecepatan air.
Kantor SAR Jambi menerima laporan dari seorang warga bernama Budi Akmaludin pada pukul 13.02 WIB. Selisih hampir dua jam sejak kejadian, tim penyelamat langsung menetapkan status kondisi membahayakan manusia (KMM).
Satu Search Rescue Unit (SRU) dari Pos SAR Kuala Tungkal yang terdiri dari enam personel diberangkatkan pada pukul 13.20 WIB. Mereka menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 50 kilometer dengan estimasi waktu tempuh dua jam.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran di sekitar area dermaga dan aliran sungai tempat korban diduga jatuh. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan dua pekerja tersebut masih belum ditemukan.
Operasi pencarian diperkirakan akan berlangsung hingga petang mengingat medan sungai yang cukup berat dan jarak pandang yang terbatas. Tim SAR juga menyiagakan peralatan selam jika diperlukan penyisiran di titik-titik yang lebih dalam.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak desa maupun Dinas PU setempat terkait penyebab ambruknya jembatan dermaga tersebut. Namun, sejumlah warga menduga struktur besi yang sudah termakan usia tak mampu menahan beban pekerja dan peralatan las yang cukup berat.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi proyek-proyek infrastruktur kecil di daerah yang kerap luput dari pengawasan ketat. Proses evakuasi dan pencarian masih terus dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.