JAMBI — Sebanyak 600 kilogram beras SPHP, 200 dus minyak goreng, 100 kilogram gula, dan 100 kilogram tepung disiapkan pada operasi pasar murah yang digelar di kawasan Jerambah Bolong. Program ini menyasar sekitar 500 konsumen dengan harga jual di bawah pasaran.
“Ini bertujuan agar tidak ada kenaikan harga jelang Idul Adha. Kalau tidak dilaksanakan operasi pasar, dapat dipastikan harga bahan pokok dan penting bisa melonjak tinggi,” ujar Maulana dalam sambutannya.
Maulana meminta warga tidak perlu panik berlebihan saat berbelanja. Pemerintah Kota Jambi memastikan pasokan yang disediakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
“Silakan masyarakat membeli, tidak perlu rebutan karena semuanya sudah disiapkan, mudah-mudahan dapat bermanfaat,” lanjut mantan dokter tersebut.
Operasi pasar murah ini menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah. Menurut Maulana, tanpa intervensi serupa, harga kebutuhan pokok biasanya langsung terdongkrak menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi Nella Ervina menyebut kegiatan ini akan digelar secara berkala di setiap kecamatan. Pihaknya menggandeng Perum Bulog untuk menyuplai bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Khusus di Jerambah Bolong, kami sediakan kuota sekitar 500 konsumen dengan sejumlah persyaratan pembelian yang telah ditetapkan,” jelas Nella.
Ia menambahkan, harga yang diterima masyarakat jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional. Harapannya, daya beli warga tetap terjaga dan inflasi daerah bisa ditekan.
Pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat drastis pada momen Idul Adha. Kebutuhan daging, minyak goreng, tepung, dan beras biasanya melonjak signifikan. Jika tidak diantisipasi, kenaikan harga bisa memicu inflasi bulanan yang memberatkan warga kelas menengah ke bawah.
“Bukan harganya yang naik, justru kita tekan agar harga sembako tetap stabil,” pungkas Maulana.
Operasi pasar murah ini juga dihadiri Kepala Perum Bulog Wilayah Jambi Gumilang, Camat Paal Merah Abdul Salim, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan.