MERANGIN — Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan komitmennya untuk berdiri di barisan terdepan dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan tenaga medis RSUD Kolonel Abundjani Bangko. Hal itu ia sampaikan saat memimpin apel pagi di halaman rumah sakit, Senin (18/5/2026). Kehadirannya merupakan respons langsung atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan perwakilan tenaga BLUD dan PPPK Paruh Waktu terkait persoalan internal rumah sakit.
“Saya sengaja hadir di sini ingin menunjukkan bahwa Bapak dan Ibu semua berjuang tidak sendiri. Saya ada bersama Bapak dan Ibu. Insyaallah tidak akan pernah hilang hak Bapak dan Ibu yang telah berkorban selama ini. Sebagai bupati, saya bertanggung jawab,” ujar M. Syukur di hadapan ratusan pegawai.
Dalam arahannya, M. Syukur mengakui RSUD Kolonel Abundjani menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi jumlah pegawai yang kini nyaris menyentuh 800 orang. Jumlah ini dinilai sebagai salah satu yang terbanyak untuk rumah sakit tipe C di Provinsi Jambi, bahkan di Sumatera. Alih-alih menganggapnya sebagai beban, bupati meminta manajemen justru melihatnya sebagai modal SDM yang besar untuk mendongkrak kualitas pelayanan.
Mantan anggota DPD RI tiga periode itu juga meminta agar setiap persoalan internal diselesaikan secara kekeluargaan tanpa menimbulkan kegaduhan di luar. Ia menegaskan tidak akan lari dari masalah dan siap menerima aspirasi kapan saja. Plt Direktur RSUD pun diinstruksikan untuk segera merampungkan sisa-sisa persoalan administratif dan hak pegawai yang belum tuntas.
Selain pembenahan internal, kehadiran orang nomor satu di Merangin ini juga untuk memastikan kesiapan fasilitas medis baru. Tiga alat modern—Poli Jantung, CT Scan, dan Mammografi—kini sudah masuk dan siap beroperasi. Dengan peralatan ini, RSUD Kolonel Abundjani menjadi salah satu dari sedikit rumah sakit di wilayah barat Jambi yang memiliki fasilitas penunjang medis sekelas itu, selain Kabupaten Bungo.
Bupati M. Syukur bahkan memangkas target awal dari tiga tahun menjadi dua tahun untuk mewujudkan ambisi besarnya: masyarakat Merangin tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pengobatan intensif. “Fasilitas dan alat kita saat ini sudah 80 hingga 90 persen lengkap. Tantangan kita selanjutnya adalah memperbaiki pelayanan. Mari kita bangun energi positif untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.