JAMBI — Tinggal sepekan Premier League 2024/2025 berakhir, namun hiruk-pikuk Piala Dunia 2026 sudah mulai terasa. Thomas Tuchel, pelatih anyar Timnas Inggris, dijadwalkan merilis 26 nama pemain yang akan membawa pulang trofi Jules Rimet pada Jumat ini. Pekan lalu menjadi momen krusial bagi sejumlah pemain yang berada di ambang batas seleksi untuk menunjukkan kualitas mereka.
Bek kiri Manchester United, Luke Shaw, baru saja mencetak gol pertamanya di Premier League sejak Januari 2023 saat timnya mengalahkan Nottingham Forest. Gol tersebut menjadi pengingat tajam akan kualitasnya setelah ia melewatkan hampir seluruh musim 2024/25 karena cedera.
Shaw hanya tampil dalam tujuh laga liga musim ini, namun sejak pulih, ia konsisten bermain penuh di setiap pertandingan United. Pelatih United, Carrick, memberikan dukungan penuh. "Saya rasa dia layak dipanggil kembali. Konsistensi, performa, pengalaman, dan atributnya sebagai full-back luar biasa," ujar Carrick.
Meski Lewis Hall, Nico O'Reilly, dan Myles Lewis-Skelly tampil impresif, pengalaman Shaw membawa Inggris ke dua final turnamen besar bisa menjadi nilai jual utama di mata Tuchel.
Morgan Gibbs-White menjalani musim gemilang bersama Nottingham Forest. Gol first-time-nya ke gawang Manchester United menjadi gol ke-14 Premier League-nya musim ini. Sejak Maret 2026, ia mengoleksi sembilan gol dan dua assist di semua kompetisi.
Fakta mengejutkan: pemain berusia 26 tahun itu mencetak dua kali lebih banyak gol dari pesaingnya di posisi gelandang serang seperti Jude Bellingham, Morgan Rogers, Phil Foden, atau Cole Palmer pada tahun kalender 2026. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak Premier League tahun ini bersama Igor Thiago.
Namun, ia absen dari dua skuad Inggris terakhir. Persaingan di posisinya sangat ketat, dan keputusan Tuchel akan menjadi ujian apakah performa konsisten lebih dihargai daripada nama besar.
Gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, mencetak gol Premier League pertamanya dengan tembakan rendah dari tepi kotak penalti saat menahan imbang Brentford. Selebrasi backflip-nya menjadi momen yang sulit diabaikan oleh Tuchel.
Pemain 22 tahun ini baru mengoleksi empat caps sejak debut pada Juni 2024. Cedera sempat menghambat perkembangannya, namun fakta bahwa ia masuk dalam dua skuad Inggris terakhir menunjukkan ia sudah masuk dalam radar pelatih. Performa di sisa laga Palace, termasuk persiapan menuju final Conference League, akan menjadi ujian terakhirnya.
Keputusan akhir ada di tangan Tuchel. Dengan pengumuman skuad yang tinggal hitungan hari, tiga pemain ini telah memberikan alasan kuat untuk dipertimbangkan. Pertanyaan besarnya: apakah performa akhir musim cukup untuk menggeser nama-nama mapan yang sudah lebih dulu memiliki tempat di hati pelatih? Jumat nanti akan menjadi jawabannya.