Bupati Merangin Minta Santri Ponpes Madinatul Ulum Jadi Duta Dakwah di Tengah Arus Globalisasi

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 19:55:46 WIB
Bupati Merangin M. Syukur mengajak santri Ponpes Madinatul Ulum menjadi duta dakwah di era globalisasi.

MERANGIN — Bupati Merangin M. Syukur meminta para santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Kecamatan Pamenang, tidak hanya menjadi pribadi yang sukses secara duniawi, tetapi juga berperan sebagai duta dakwah di tengah arus globalisasi. Pesan ini ia sampaikan saat menghadiri acara perpisahan santri kelas VI Pondok Pesantren dan XII Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Madinatul Ulum, Rabu (13/05), di halaman masjid setempat.

Menurut M. Syukur, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda dengan nilai-nilai agama. Ia menilai pendidikan agama menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan dunia modern dan perkembangan dunia maya.

"Kita harus masuk ke dunia globalisasi, tapi bentengnya adalah agama. Dan ilmu agama itu paling banyak dipelajari di pesantren," ujar Bupati di hadapan para wali santri dan pengajar.

Bupati: Jangan Pandang Pesantren sebagai Tempat Anak Nakal

Dalam kesempatan itu, M. Syukur juga meluruskan stigma negatif yang masih melekat di sebagian masyarakat. Ia mengingatkan agar pesantren tidak lagi dipandang sebagai tempat untuk menampung anak-anak bermasalah.

"Pesantren bukan tempat menampung anak nakal. Kita harus introspeksi diri, di mana komunikasi kita sebagai orang tua terputus. Pendidikan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada guru, orang tua tetap memiliki peran krusial," tegasnya.

Bupati menekankan bahwa keberadaan pesantren justru menjadi wadah pembinaan moral dan akhlak bagi generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan perkembangan teknologi digital. Ia pun memberikan apresiasi kepada pimpinan Ponpes Madinatul Ulum, Kiai Kholiq, beserta para pengajar yang dinilai konsisten dalam membina para santri.

Pesan untuk Alumni: Sukses Tanpa Tinggalkan Nilai Al-Qur'an

Di hadapan para wali santri, M. Syukur juga menyoroti pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ia berharap para alumni pesantren mampu menjadi pribadi yang sukses tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan selama di pondok.

"Masuk pesantren tidak harus jadi kiai. Silakan mau jadi dokter, pengusaha, atau pejabat, asalkan tetap memegang teguh nilai-nilai Al-Qur'an. Jadilah duta dakwah di mana pun kalian berada nanti," pungkasnya.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jambiprima.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top