5 Ciri Akar Pohon Berbahaya yang Bisa Retakkan Pondasi Rumah di Jambi, Beringin hingga Pepaya Wajib Diwaspadai

Penulis: Rizal Hamdani  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 11:36:01 WIB
Akar pohon agresif di Jambi berpotensi merusak pondasi rumah dan saluran pipa bawah tanah.

JAMBI — Mempercantik halaman dengan pepohonan hijau memang menjadi dambaan setiap pemilik rumah di Jambi. Namun, tanpa pemahaman tentang karakteristik vegetasi, risiko kerusakan struktural bangunan mengintai. Akar yang tumbuh liar dan agresif mampu menembus beton pondasi hingga merusak saluran pipa air di bawah tanah.

Kerugian finansial akibat perbaikan pondasi dan pipa yang jebol bisa mencapai puluhan juta rupiah. Karena itu, sebelum membeli bibit, kenali lima tanda peringatan pada sistem perakaran pohon berikut ini.

Akar Haus Ruang dan Bisa Menjangkau Bawah Lantai

Ciri pertama adalah sifat akar yang agresif. Pohon dengan pertumbuhan sangat cepat biasanya memiliki akar yang haus ruang. Akar ini punya tenaga besar untuk menembus penghalang keras di sekitarnya, termasuk dinding beton rumah Anda.

Kedua, waspadai jangkauan akar yang luas. Jika diameter sebaran akar melebihi lebar tajuk atau daun pohon, maka akar tersebut berpotensi menjangkau area di bawah lantai rumah. Kondisi ini sering tidak terdeteksi hingga kerusakan sudah parah.

Kecepatan Tumbuh Tinggi dan Kebutuhan Air yang Besar

Ketiga, kecepatan tumbuh yang tinggi menjadi sinyal bahaya. Pohon yang cepat besar di atas tanah, biasanya memiliki aktivitas akar yang sama masifnya di dalam tanah. Semakin cepat pohon menjulang, semakin liar pula akarnya mencari ruang.

Keempat, pohon yang haus air akan mengarahkan akarnya menuju sumber kelembapan. Retakan kecil di pipa air atau area lembap di bawah pondasi menjadi sasaran empuk. Akar akan masuk dan memperbesar celah, yang berujung pada kebocoran dan keretakan struktur.

Adaptasi Tanah Gembur dan Daftar Pohon Berisiko Tinggi

Kelima, adaptasi pada jenis tanah. Di tanah berpasir atau gembur yang banyak ditemukan di beberapa wilayah Jambi, akar cenderung tumbuh lebih liar dan kuat untuk mencari stabilitas. Ironisnya, hal ini justru mengorbankan kepadatan tanah di bawah bangunan.

Berdasarkan karakteristik tersebut, beberapa pohon populer yang sering dijumpai di halaman rumah warga Jambi ternyata masuk kategori berisiko tinggi. Pertama, pohon beringin yang dikenal sebagai raja akar invasif karena bisa meruntuhkan tembok. Kedua, pohon mangga yang akarnya sering mengangkat keramik dan merusak drainase.

Ketiga, pohon cemara yang memiliki akar tunjang sangat dalam dan kuat menembus beton. Keempat, pohon pepaya. Meski batangnya lunak, akar pohon ini sangat cepat merusak pipa saluran pembuangan di bawah tanah.

Bagi warga Jambi yang sedang merencanakan penghijauan halaman, konsultasi dengan ahli taman atau arsitek lanskap sangat disarankan. Memilih tanaman dengan sistem perakaran yang tidak invasif bisa menyelamatkan pondasi rumah dari kerusakan permanen di masa depan.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top