Menurut M. Syukur, tidak ada istilah anak nakal. Yang terjadi, kata dia, adalah komunikasi yang terputus antara orang tua dan anak. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan ke pundak guru di sekolah atau pesantren.
“Pesantren bukan tempat menampung anak nakal. Kita harus introspeksi diri, di mana komunikasi kita sebagai orang tua terputus. Pendidikan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada guru, orang tua tetap memiliki peran krusial,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi dunia maya, M. Syukur menegaskan bahwa agama menjadi benteng utama bagi generasi muda. Ia menilai pondok pesantren adalah tempat paling tepat untuk mempelajari ilmu agama secara mendalam.
“Kita harus masuk ke dunia globalisasi, tapi bentengnya adalah agama. Dan ilmu agama itu paling banyak dipelajari di pesantren,” imbuhnya.
Bupati juga berpesan kepada para santri agar tidak hanya mengejar ilmu, tetapi tetap mengedepankan adab di atas segalanya. Ia mendorong para alumni untuk menjadi duta dakwah di mana pun mereka berada, tanpa harus menjadi kiai.
“Masuk pesantren tidak harus jadi kiai. Silakan mau jadi dokter, pengusaha, atau pejabat, asalkan tetap memegang teguh nilai-nilai Al-Qur’an. Jadilah duta dakwah di mana pun kalian berada nanti,” pungkasnya.
Di luar agenda pendidikan, Bupati M. Syukur juga menanggapi keluhan warga Pamenang soal kondisi infrastruktur, khususnya jalan di area pasar. Ia mengakui kondisi jalan mantap di Merangin saat ia dilantik pada Februari 2025 lalu hanya berkisar 21 persen.
“Saya ingin sampaikan kepada masyarakat Pamenang, insyaallah di anggaran perubahan nanti kita akan selesaikan perbaikan jalan Pasar Pamenang. Kami mohon bersabar karena harus melalui mekanisme anggaran perubahan,” jelas M. Syukur.
Bupati berkomitmen membenahi Merangin meskipun harus menghadapi tantangan anggaran dan birokrasi. Ia bahkan menyinggung keputusannya meninggalkan jabatan di pusat demi mengabdi di tanah kelahiran.
Acara perpisahan itu turut dihadiri Pimpinan Ponpes Madinatul Ulum, Kiai Kholiq, beserta jajaran pengajar dan wali santri. Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para pengajar yang terus istiqomah membina generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.