JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji Kloter 19 yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Kerinci. Acara pelepasan berlangsung di Asrama Haji Kota Jambi, Selasa (12/5/2026), dan turut dihadiri oleh istri Gubernur, Hesnidar Haris, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab.
Kloter 19 menjadi kloter pertama asal Jambi yang masuk gelombang kedua dengan rute penerbangan langsung menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Sebelumnya, para jamaah akan transit di embarkasi Batam untuk proses administrasi akhir.
Dalam arahannya, Al Haris mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ditunggu selama bertahun-tahun. Ia secara spesifik meminta jamaah mengurangi kebiasaan membuka ponsel saat berada di Tanah Suci.
“Yang ditunggu-tunggu sudah datang menjemput kita. Sudah sekian tahun menunggu, maka manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk ibadah. Jangan banyak buka HP lagi. Kadang kita sedang khusyuk ibadah, tiba-tiba ada kabar dari kampung yang membuat pikiran tidak fokus,” katanya.
Al Haris menambahkan bahwa keberangkatan haji merupakan nikmat besar yang tidak semua orang bisa rasakan. Ia meminta jamaah menjaga ibadah dengan baik dan menghindari hal-hal yang bisa merusak kesempurnaan haji.
Meski di tengah efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Jambi tetap mengalokasikan dana sekitar Rp40 miliar untuk membantu biaya transportasi jamaah haji dari Jambi menuju embarkasi. Menurut Al Haris, tanpa bantuan tersebut, setiap jamaah harus menambah biaya lebih dari Rp10 juta.
“Kalau tidak dibantu pemerintah daerah, satu jamaah harus menambah biaya lebih dari Rp10 juta. Karena itu kami siapkan sekitar Rp40 miliar agar jamaah bisa berangkat dengan baik, tanpa ada tambahan biaya lagi,” ungkapnya.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menjelaskan bahwa Kloter 19 akan menerapkan skema murur bagi jamaah lansia dan disabilitas saat puncak haji nanti. Dalam skema tersebut, jamaah hanya melintas di Muzdalifah dan Mina sebelum kembali ke hotel untuk menjaga kondisi kesehatan mereka.
“Kebijakan ini untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah lansia agar tetap sehat dan aman selama pelaksanaan ibadah haji,” ujar Wahyudi.
Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi atas perhatian besar terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, terutama dalam membantu biaya penerbangan jamaah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jambi atas perhatian luar biasa kepada jamaah haji Jambi,” tutupnya.