JAMBI — Brigjen Pol B Ali turun langsung memantau ujian CAT yang mengukur aspek Assessment Mental Ideologi dan Penelusuran Mental Kepribadian Rim Terpadu. Wakapolda didampingi Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol Handoko dan Kabid Propam Polda Jambi Kombes Pol Darno.
Kehadiran pimpinan tertinggi kedua di Polda Jambi ini menjadi sinyal keras: proses rekrutmen Akpol tidak boleh dikompromikan. Sistem CAT dipilih untuk meminimalkan celah kecurangan dan subjektivitas dalam penilaian.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa peninjauan ini adalah komitmen nyata Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar. “Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis,” ujarnya.
Prinsip BETAH menjadi standar baku dalam setiap penerimaan anggota Polri. Tujuannya jelas: melahirkan calon perwira yang profesional, unggul, dan berintegritas tinggi.
Polda Jambi sadar bahwa praktik percaloan dalam seleksi Akpol masih menjadi momok. Pengawasan langsung dari Wakapolda diharapkan menutup celah bagi oknum yang ingin bermain.
“Kapolda Jambi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi penerimaan anggota Polri harus dilaksanakan secara transparan, objektif dan profesional. Diharapkan dari proses ini akan lahir generasi perwira Polri yang memiliki integritas, mental kepribadian yang baik, serta mampu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” tutup Kombes Pol Erlan Munaji.
Bagi peserta tes di Kampus Unama, kehadiran Wakapolda menjadi jaminan bahwa hasil ujian murni berdasarkan kemampuan masing-masing. Tidak ada jalur belakang atau sogokan yang bisa mengubah nilai.
Masyarakat Jambi pun bisa bernapas lega. Proses seleksi yang bersih dan akuntabel akan menghasilkan perwira Polri yang berkualitas dan siap mengabdi kepada negara. Polda Jambi berkomitmen mengawal setiap tahapan penerimaan hingga akhir.