JAMBI — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jambi memberikan catatan kritis terhadap kinerja Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) di tingkat kota maupun provinsi. Pihaknya meminta pengurus cabang olahraga tersebut tidak sekadar menjadi penonton saat klub-klub lokal berinisiatif menggelar kejuaraan berskala besar.
Kritik ini mencuat saat pelaksanaan Phoenix Championship, sebuah kejuaraan atletik se-Sumatera yang diinisiasi oleh klub lokal di Jambi. Meski memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggara, Ketua KONI menekankan bahwa tanggung jawab pembinaan atlet tetap berada pada induk organisasi melalui agenda kompetisi yang terjadwal.
Ketua KONI Kota Jambi menyatakan dukungan penuh terhadap keberanian klub-klub di bawah naungan PASI yang mengambil inisiatif menggelar kompetisi. Namun, ia berharap pengurus cabang (Pengcab) maupun pengurus provinsi (Pengprov) mampu menyusun agenda event resmi secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pihak swasta atau klub.
“Saya berharap kepada PASI Kota dan PASI Provinsi Jambi untuk bisa mengagendakan event-event atletik yang ada di Kota Jambi,” tegasnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (10/05/2026).
Menurutnya, gairah olahraga atletik di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini hanya bisa terjaga jika induk organisasi mengambil peran yang lebih besar. Ia tidak ingin pengurus organisasi hanya hadir sebagai tamu undangan dalam acara yang seharusnya menjadi program kerja utama mereka.
Pihak KONI menilai keberadaan kompetisi rutin sangat krusial sebagai instrumen evaluasi bagi para atlet yang telah menjalani latihan intensif di klub masing-masing. Tanpa adanya panggung prestasi yang terjadwal, potensi dan bakat atlet lokal dikhawatirkan akan stagnan karena minimnya jam terbang kompetisi resmi.
“Agar ada tolok ukur atlet-atlet yang selama ini mereka latihan. Selama ini dia latihan, bisa mengikuti suatu kejuaraan atau lomba yang dilaksanakan oleh PASI Kota maupun PASI Provinsi,” tambahnya.
Tantangan ini diberikan agar PASI lebih proaktif dalam menciptakan panggung prestasi. KONI berharap pola kerja organisasi ke depan lebih fokus pada penciptaan ekosistem kompetisi yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh kelompok umur.
Keberhasilan klub lokal dalam menyelenggarakan Phoenix Championship se-Sumatera dianggap sebagai bukti bahwa animo atletik di daerah sangat tinggi. Ketua KONI berharap kesuksesan event ini menjadi standar atau acuan bagi PASI untuk menggelar kejuaraan yang jauh lebih besar di masa mendatang.
“Saya sangat mengapresiasi sekali dengan terselenggaranya event yang dilaksanakan oleh klub di bawah naungan PASI Kota Jambi dan PASI Provinsi Jambi,” ujarnya memberikan dukungan terhadap inisiatif akar rumput tersebut.
Sebagai penutup, ia berpesan kepada seluruh atlet yang tengah berlaga untuk menjunjung tinggi sportivitas di lapangan. Pihaknya optimistis, jika PASI mulai bergerak masif menyelenggarakan event mandiri, prestasi atletik Jambi di kancah nasional akan meningkat signifikan.