Akses Exit Tol Pijoan ke Jambi Segera Dibangun Dua Jalur

Penulis: Faisal Zuber  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:54:01 WIB
Pembangunan dua jalur akses Exit Tol Pijoan ke Jambi segera dimulai untuk mengatasi kemacetan.

JAMBI — Proyek pembangunan jalan dua jalur yang menghubungkan Exit Tol Pijoan dengan perbatasan Kota Jambi dipastikan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur terbaru. Kepastian ini muncul setelah pertemuan intensif di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menegaskan bahwa proyek ini tidak bisa ditunda lagi karena beban aktivitas publik di kawasan tersebut sudah sangat tinggi. Selain menjadi jalur utama keluar-masuk tol, wilayah Pijoan merupakan pusat pendidikan terbesar di Provinsi Jambi.

Mengapa Jalur Pijoan Menjadi Prioritas Mendesak?

Kawasan Pijoan dan sekitarnya kini menampung aktivitas akademik yang masif. Di lokasi tersebut berdiri dua kampus besar, yakni Universitas Jambi (UNJA) dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dengan total mahasiswa mencapai puluhan ribu orang.

“Di kawasan itu ada dua kampus besar, Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 57 ribu orang,” ujar Edi Purwanto dalam pertemuan tersebut.

Selain perguruan tinggi, terdapat fasilitas pendidikan lain seperti SMA Negeri 1 Muaro Jambi, SMA Titian Teras, hingga MAN Insan Cendekia. Keberadaan stadion bertaraf internasional di wilayah yang sama menambah urgensi perlunya perluasan jalan untuk mengantisipasi kemacetan parah di masa mendatang.

Percepatan Studi Kelayakan dan Penyusunan DED

Pemerintah menyepakati bahwa proyek ini akan ditangani dengan skema luar biasa agar pengerjaan fisik bisa segera dimulai. Awalnya, penyusunan Detail Engineering Design (DED) direncanakan baru bergulir pada 2027, namun kini jadwal tersebut digeser lebih cepat.

“Kita sepakat ini extraordinary, sehingga perlu percepatan. Tahun ini Insya Allah dimulai dari feasibility study, dan kita ikhtiarkan juga penyusunan DED meskipun awalnya direncanakan 2027,” jelas Edi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa saat jalan tol beroperasi penuh, akses pendukung di tingkat daerah sudah siap menampung lonjakan volume kendaraan. Exit Tol Pijoan diproyeksikan menjadi pintu masuk utama bagi pendatang yang melintasi jalur lintas Sumatera.

Kolaborasi Pembebasan Lahan dan Dukungan Daerah

Keberhasilan proyek strategis ini sangat bergantung pada proses pembebasan lahan yang menjadi ranah pemerintah daerah. Pertemuan di BPJN tersebut turut dihadiri Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Syamsul Riduan, hingga perwakilan dari Dinas PUPR dan Bappeda.

Edi Purwanto menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Menurutnya, Exit Tol Pijoan adalah wajah pertama yang dilihat masyarakat luar saat memasuki Jambi, sehingga penataannya harus maksimal.

“Ini agenda strategis, harus gotong royong antara pusat, provinsi, dan kabupaten. Exit Tol ini adalah etalase Provinsi Jambi karena menjadi jalur lintas Sumatera,” tegasnya.

Dukungan dari elemen mahasiswa juga terlihat dengan hadirnya Presiden BEM UNJA dan Presiden BEM UIN dalam pembahasan tersebut. Edi optimistis masyarakat akan memberikan dukungan penuh terhadap proses pembebasan lahan demi kepentingan publik yang lebih luas.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: gesuri.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top