SAROLANGUN — Pemerintah Kabupaten Sarolangun bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna memulihkan sektor pendidikan yang terdampak bencana banjir. Bupati Sarolangun, H Hurmin, menemui pihak kementerian untuk memaparkan kerusakan fasilitas sekolah dan meminta dukungan rehabilitasi infrastruktur secara mendesak.
Bencana banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu telah menyisakan kerusakan pada sarana dan prasarana pendidikan. Langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini menjadi prioritas Pemkab agar proses pemulihan fisik sekolah tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hurmin memaparkan kondisi riil di lapangan terkait sekolah-sekolah yang terendam. Kerusakan tidak hanya menyasar bangunan kelas, tetapi juga peralatan pendukung belajar mengajar yang hancur akibat terjangan air dan lumpur.
"Sekolah-sekolah yang terdampak banjir membutuhkan perhatian serius dan penanganan cepat, agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu dalam jangka panjang, dan ini menjadi salah satu poin penting yang kami sampaikan," kata Bupati Hurmin.
Ia menegaskan bahwa menjaga kualitas proses belajar mengajar di tengah keterbatasan sarana merupakan tantangan besar. Oleh karena itu, data kerusakan yang akurat telah disiapkan untuk menjadi dasar intervensi dari pemerintah pusat melalui program rehabilitasi bangunan sekolah.
Selain fokus pada perbaikan fisik, koordinasi ini juga menyentuh strategi peningkatan mutu pendidikan di Sarolangun. Pemkab berharap adanya dukungan program berkelanjutan dari kementerian agar standar pendidikan di daerah tetap terjaga meski sering menghadapi tantangan bencana alam.
Melalui koordinasi ini, Pemkab Sarolangun menargetkan adanya langkah konkret dalam bentuk bantuan rehabilitasi infrastruktur. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dianggap menjadi kunci utama untuk menjamin pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak di daerah pelosok yang terdampak bencana.
"Sekaligus, ini menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan setiap anak di Sarolangun tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak, meski di tengah tantangan bencana," pungkas Hurmin.
Dinas Pendidikan setempat kini tengah melakukan verifikasi lanjutan terhadap tingkat kerusakan di tiap satuan pendidikan. Hasil koordinasi dengan kementerian ini nantinya akan disinkronkan dengan alokasi dana darurat dan anggaran daerah yang tersedia untuk percepatan renovasi.
Pemerintah daerah berkomitmen agar seluruh fasilitas yang rusak dapat kembali fungsional dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada siswa yang terpaksa meliburkan diri atau belajar di tempat yang tidak aman akibat bangunan sekolah yang belum diperbaiki.