Kota Jambi — Hujan deras sejak pukul 02.30 WIB hingga pukul 06.00 WIB pada Sabtu pagi mengakibatkan banjir genangan meluas ke berbagai kawasan permukiman dan jalan utama. Sistem drainase di sejumlah wilayah tidak mampu menampung debit air yang tinggi, sehingga genangan air meluap ke rumah warga dan fasilitas publik.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, banjir genangan menyerang Kecamatan Kotabaru, Jelutung, Telanaipura, dan Alam Barajo. Dari empat kecamatan tersebut, sembilan kelurahan mencatat 47 RT dengan ketinggian air yang bervariasi.
Kecamatan Kotabaru menjadi salah satu kawasan paling terdampak, dengan akses jalan lingkungan yang sulit dilalui akibat genangan. Kondisi serupa terjadi di Jelutung dan Telanaipura, di mana air masuk ke pekarangan hingga rumah warga. Kecamatan Alam Barajo juga mengalami genangan di titik-titik permukiman yang selama ini dikenal rawan banjir ketika hujan deras berlangsung lama.
Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan durasi panjang menjadi pemicu utama banjir. "Curah hujan cukup tinggi dan berlangsung dalam waktu relatif lama sehingga menyebabkan air meluap dan menggenangi jalan serta rumah warga di beberapa kawasan," ujarnya.
Dampak banjir tidak hanya menimpa permukiman warga. SD Negeri 98, SD Negeri 104, dan SD Negeri 222 dilaporkan ikut terendam air. Air masuk ke halaman sekolah hingga ruang belajar, memaksa penyelenggaraan kegiatan pembersihan sebelum aktivitas pembelajaran dapat berjalan normal kembali.
BPBD Kota Jambi bersama Pemerintah Kota, aparat kecamatan, kelurahan, dan warga setempat langsung melakukan penanganan awal. Petugas melakukan pemantauan di lokasi terdampak dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi hujan susulan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, terutama apabila hujan deras kembali terjadi lebih dari satu jam. Warga di kawasan rawan genangan diharapkan segera mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Doni.
Seiring hujan mulai reda pada pagi hari, kondisi genangan di sejumlah titik berangsur surut. Warga mulai membersihkan rumah dan lingkungan masing-masing dari sisa lumpur dan sampah yang terbawa arus air. Tim BPBD tetap melakukan pemantauan di wilayah-wilayah rawan banjir guna mengantisipasi kemungkinan genangan susulan apabila intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari mendatang.