Irigasi DI Lubuk Pauh Jebol Bertahun-tahun, Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 29 Maret 2026 | 01:48:47 WIB

KERINCI – Kondisi saluran irigasi Bendungan Daerah Irigasi (DI) Lubuk Pauh di Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, memprihatinkan. Kerusakan yang telah berlangsung cukup lama menyebabkan aliran air ke areal persawahan tidak lagi optimal, sehingga memicu kekhawatiran petani akan potensi gagal panen pada musim tanam saat ini.

Dari pantauan di lapangan, saluran irigasi terlihat jebol di sejumlah titik. Selain itu, lantai bendungan mengalami kerusakan parah dan empat pintu air tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena tidak memiliki alat pemutar. Minimnya perawatan terhadap infrastruktur tersebut menjadi sorotan warga setempat.

Kondisi ini berdampak langsung pada lahan pertanian di Desa Lubuk Pauh dan Jernih Jaya. Sejumlah sawah mulai mengalami kekeringan, bahkan tanahnya tampak retak-retak akibat tidak mendapat pasokan air yang cukup.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk segera turun tangan. Mereka berharap ada langkah cepat dan konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Adapun tuntutan warga antara lain:

Pemerintah diminta turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil yang dialami petani.

Dilakukan rehabilitasi bendungan, termasuk perbaikan lantai dan empat pintu air.

Perbaikan saluran irigasi yang jebol dengan pemasangan bronjong serta normalisasi aliran air.

Kepala Desa Lubuk Pauh, Sumarlan, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Bupati Kerinci terkait perbaikan irigasi tersebut. Namun hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak terkait.

“Proposal sudah kami ajukan, tetapi sampai sekarang belum ada respon. Kami tidak tahu apakah belum sampai atau belum sempat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Jernih Jaya, M. Damsir, mengaku kecewa atas kurangnya perhatian pemerintah terhadap kondisi yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

“Sejak saluran ini jebol, air tidak lagi mengalir ke sawah kami. Tanaman padi mulai mengering. Ratusan hektare lahan terancam gagal panen. Kami berharap pemerintah segera bertindak,” ungkapnya.

Ia juga berharap Bupati Kerinci dapat merespons cepat keluhan petani, mengingat pentingnya sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan masyarakat.

Warga berharap dinas terkait segera melakukan perbaikan darurat serta menghadirkan solusi sementara agar air dapat kembali mengalir ke lahan pertanian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait rencana penanganan maupun jadwal perbaikan irigasi tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat peran vital infrastruktur irigasi dalam mendukung produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Lubuk Pauh dan sekitarnya.

Reporter: Redaksi
Back to top