JAMBI — Persaingan mobil PHEV di Indonesia memasuki babak baru. Tidak lagi didominasi satu atau dua merek, hampir seluruh produsen asal China kini sudah menjajakan produknya. Mulai dari MPV keluarga hingga SUV premium, konsumen punya kebebasan memilih sesuai kantong dan kebutuhan.
Yang menarik, titik masuk ke segmen ini kini sangat rendah. BYD M6 DM dibanderol mulai Rp 298 juta. MPV 7-penumpang ini menjadi tiket termurah untuk merasakan teknologi plug-in hybrid tanpa harus melompat langsung ke mobil listrik murni. Kabinnya lapang, cocok untuk perjalanan harian maupun luar kota.
Di sisi lain, DFSK E5 Plus menjadi pendatang baru yang paling dinanti pada GIIAS 2026. SUV ini mengusung Smart Power System DE-i dengan baterai 25 kWh. Dalam mode listrik murni, klaim jarak tempuhnya mencapai 140 km (NEDC). Jika baterai dan tangki bensin penuh, total jarak tempuh diklaim tembus 1.400 km. Kapasitas baterai sebesar itu membuat E5 Plus bisa diandalkan sebagai EV untuk aktivitas harian, asalkan pemilik rajin mengisi daya di rumah.
SUV Pilihan di Kelas Menengah dan Premium
Bagi yang menginginkan SUV, Chery punya jajaran Tiggo CSH Series dengan rentang harga Rp 449,9 juta hingga Rp 739,9 juta. Tersedia konfigurasi penggerak AWD untuk performa dan stabilitas lebih baik.
Wuling juga tidak ketinggalan. Di segmen SUV, ada Almaz Hybrid dan Almaz RS Pro Hybrid yang dibanderol Rp 445 juta hingga Rp 479 juta. Sistem elektrifikasinya sangat membantu irit BBM saat terjebak macet di dalam kota.
Geely Starray EM-i hadir di harga Rp 499 juta, menyasar konsumen yang menginginkan teknologi terkini di kelas menengah. Sementara itu, Jetour T1 i-DM seharga Rp 538 juta cocok untuk pengguna yang sering bepergian antarkota, karena kombinasi mesin bensin dan motor listriknya lebih fleksibel ketimbang EV murni.
Di level premium, Jaecoo menawarkan J7 SHS mulai Rp 509,9 juta dan J8 SHS hingga Rp 828 juta. Lepas L8 juga ikut meramaikan dengan harga Rp 589 juta, membawa desain modern dan fitur lengkap bagi konsumen yang ingin mencoba merek baru.
MPV Keluarga dengan Biaya Operasional Lebih Efisien
Wuling secara khusus menyasar kebutuhan keluarga Indonesia lewat dua model MPV PHEV. Eksion PHEV dan Cortez Darion PHEV dibanderol Rp 449 juta hingga Rp 499 juta. Kabin lega dengan biaya operasional lebih rendah dari mobil bensin konvensional menjadi daya tarik utamanya.
BYD M6 DM tetap menjadi primadona di segmen ini berkat harga paling terjangkau. Untuk keluarga yang baru mulai beralih ke elektrifikasi, M6 DM adalah entry point yang paling rasional.
DFSK E5 Plus Siap Menggebrak GIIAS 2026
DFSK E5 Plus diperkirakan akan dibanderol Rp 500 juta hingga Rp 550 juta. Dengan baterai 25 kWh, SUV ini punya potensi menjadi salah satu PHEV dengan jarak tempuh listrik terpanjang di kelasnya. Jika rutin diisi daya, konsumsi BBM bisa ditekan drastis untuk penggunaan harian.
Persaingan PHEV di Indonesia kini benar-benar terbuka lebar. Konsumen tidak perlu lagi memilih antara efisiensi mobil listrik atau fleksibilitas mesin bensin. Dengan sembilan model yang tersedia, solusi praktis untuk perjalanan dalam kota sekaligus perjalanan jauh sudah ada di depan mata.