MUARO JAMBI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah sejak 2025 mulai terasa dampaknya di tingkat peternak ayam broiler di Jambi. Hartadi, pemilik peternakan ayam broiler di Sekernan, Muaro Jambi, mengaku permintaan ayam potong naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Peternakan Hartadi yang memiliki populasi sekitar 12.000 ekor ayam broiler harus menyesuaikan jadwal produksi. Frekuensi pemasukan anak ayam umur sehari (DOC) meningkat dari semula hanya empat hingga lima kali dalam setahun menjadi enam hingga tujuh kali.
"Permintaan ayam meningkat sejak adanya program MBG," kata Hartadi kepada Antara di Jambi, Selasa.
Pola Kemitraan Jadi Pilihan Aman di Tengah Fluktuasi Harga
Mayoritas peternak ayam broiler di Jambi masih menjalankan usaha melalui sistem kemitraan dengan perusahaan peternakan. Dalam skema ini, perusahaan menyediakan bibit, pakan, obat-obatan, sekaligus memasarkan hasil panen.
Menurut Hartadi, pola tersebut memberikan kepastian terhadap biaya produksi dan harga jual. Peternak lebih terlindungi dibandingkan menjalankan usaha secara mandiri yang harus menghadapi fluktuasi harga pasar yang kerap tak menentu.
Belum Ada Kerja Sama Langsung dengan Satuan Pelayanan Gizi
Meski permintaan terdongkrak, hingga kini belum ada kerja sama langsung antara peternak dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan dalam program MBG. Hartadi berharap pemerintah membuka peluang bagi peternak kecil untuk menjadi pemasok langsung kebutuhan ayam dalam program tersebut.
"Kami berharap ada akses bagi peternak kecil untuk bisa memasok langsung ke SPPG," ujarnya.
Biaya Pakan Masih Beban Terbesar Peternak
Hartadi juga menyoroti tingginya biaya pakan yang mencapai 70 hingga 80 persen dari total biaya produksi. Stabilitas harga pakan dan harga jual ayam menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan usaha peternak broiler.
Pemerintah diharapkan dapat membantu menekan harga pakan tanpa mengurangi kualitas dan kandungan nutrisi. "Harga ayam saat ini masih relatif normal, meski permintaan pada bulan ini sedikit menurun akibat libur sekolah dan bertepatan dengan bulan Muharam yang menyebabkan aktivitas hajatan masyarakat berkurang," kata Hartadi.